Cuma Teman

1145 Words

Bara kian menajamkan telinga seraya mendekat ke arah pintu pengemudi. Bunga-bunga di hatinya mekar serentak. Namun, tiba-tiba pintu mobil terbuka. Lana yang sudah selesai berbicara dengan Mahar muncul di hadapannya. "Mas Ba-ra, mak-sud saya, Pak Ba-ra sudah datang?" ujar Lana yang langsung memucat saat sadar telah salah bicara. "Ma-af tadi saya se-dang menelepon. Ada kenalan yang namanya sama dengan anda." Duh, calm down, Lana. Jangan keliatan panik! Bara masih mematung di depan wanita cantik di depannya itu. Suara wanita itu saat menyebut 'Mas Bara' tadi begitu mirip dengan suara Lana. Meskipun mengaku tidak ditujukan pada Bara, tetapi kata per kata yang keluar dari mulut wanita itu begitu lembut membelai gendang telinga Bara. Lima liter bensin dalam dirigen di tangan kiri Bara pun se

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD