“ Zara, maafkan aku yang selama ini mungkin salah menilai kamu.” ucap Fiona. “ Nggak masalah, Fi. Satu hal yang harus kamu tahu, kalau kami semua sayang sama kamu. Kami peduli sama kamu. Dan ada sangat banyak sekali hal yang bisa kamu syukuri tentang hidup kamu.” “ Misalnya?” tanya Fiona dengan polosnya. “ Misalnya… Papa kamu membiarkan kamu melakukan apapun. Papa kamu akan selalu mendukung kamu dan sangat—-“ “ Termasuk dengan nggak bawa aku ke rumah sakit karena malu?” “ Bukan gitu, Fi… Papa kamu hanya mikirin sesuatu yang lebih jauh dari pikiran kita semua.” bela Zara pada Frans yang semata- mata hanya ingin agar Fiona tidak merasa kecil hati. “ Kenapa sih kamu selalu belain papa? Aku perhatikan selama ini, kamu selalu patuh dan sangat mengutamakan papa. Apa secinta itu kamu sama p

