“ Kamu capek nggak?” tanya Zara dengan kening yang saling menempel satu sama lain. “ Banget. Kamu nggak tahu aja effort aku untuk bisa sampai kesini.” “ Makasih, cintaku… Oh ya, kalau aku nggak salah dengar, kamu tadi bilangnya udah punya kamar sendiri atau gimana gitu…” “ Iya… Kamar ini bisa jadi kamar aku juga kan?” tanya Galan yang mengusap kedua lengan kekasihnya dengan lembut. Lengan mulus yang selalu terasa sejuk di dalam genggamannya. “ Boleh… Tapi malam ini aja ya, sayang. Soalnya besok pagi, mereka bakalan sibuk. Apalagi ada Fiona dan Nadya. Mereka akan sering ngajakin aku.” “ Oke… Tapi malam ini janji kamu hanya milik aku.” “ Tentu aja. Aku kangen banget ama kamu. Kamu jangan pergi- pergi lagi ya…” ucap Zara dengan manja. “ Sekangen apa kamu sama aku? Kangen tapi ngambek.

