** “Assalamualaikum ibu....” sapa Khiya saat video call tersambung. Khiya sanga semangat menatap layar ponselnya. Dia bahkan melambai-lambaikan tangannya saat melihat Nurul di seberang sana. “Waalaikumsalam, sayang....” “Bu, kangen.” Nurul tertawa pelan. “Belum sepekan ketemu, Udah kangen aja.” “Ibu sama ayah kapan ke sini? “ “Insyallah, entar pas Khiya udah selesai ulangan akhir semester ya.” “Ha, serius, Bu? “ “Insyallah. Ayah dah janji mau liat rumah kamu dan Farel juga ngajakin liat resto-nya juga.” “Resto di puncak, Bu? “ “Iya. Kamu udah pernah di ajak Farel ke sana belum? “ Khiya menggeleng pelan. “Pantes dia ngajak ayah dan ibu bulan depan, setelah kamu UAS.” “Eh, emang kenapa bu? “ “Soalnya dia mau ngajak kamu duluan ke sana. Kamu orang pertama yang bakal Farel

