Terlalu dingin

1062 Words

Farel menghela nafas panjang, ada beban yang berubah Farel hilangkan dari benaknya. Beberapa kali Farel mencoba mengalihkan fokusnya pada buku dan laptopnya tapi yang terjadi di kelapanya terus memutar kejadian dua jam yang lalu, “Kamu sudah tahu apa yang saya rasakan untuk kamu,” Farel menatap jauh ke depan. Di hadapan ada Sania yang datang membawa makanan untuknya. Wajah gadis itu seketika mendung saat Farel menyambutnya dengan wajah dingin dan datar. “Pak, saya cuman mau kasih ini. Bapak suka lupa makan siang, kalo udah kerja,” cicit Sania. Farel menghela nafas berat, “Saya senang mengenal kamu, Sania. Tapi kamu tahu, kalo saya sudah beristri. Akan lebih baik jika kita menjaga jarak. Perasaan yang ada di antara kita harus segera mati. Dengan terus bertemu dan memberi saya perh

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD