Takut Membenci

1467 Words

“Fatha, saya kemungkinan agak telat buat masuk ke kelas selanjutnya karena ada beberapa tugas yang harus di selesai dulu. Tolong kamu tangani sekitar 10 menitan sebelum saya masuk, ya.” Pria berwajah khas jawa itu mengangguk pelan. “Saya kasih pengantar materinya dulu ya, Pak? “ “Iya, sekalian kamu juga bahas mengenai peraturan UAS dan tugas yang harus segera dirampungin sebelum ujian akhir.” “Iya, Pak.” “Assalamualaikum, permisi.” Kedua pria itu spontan mengangkat kepalanya. Fatha langsung menyambut si empunya suara dengan senyum sedangkan Farel nampak datar dan kembali menapakuri laptop yang sejak tadi menjadi fokusnya. “Maaf mengganggu waktunya, pak,” kata Sania berbasa- basi. “Maaf pak Farel, saya tadi yang minta Sania buat temuin saya di sini,” Fatha menambahkan. Farel h

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD