Lari kecil

3165 Words

Hari ini, Khiya tidak memiliki jadwal kuliah. Dia seharian di rumah, patah hati yang gadis itu rasakan, ia alihkan dengan beragam aktivitas di dalam rumah. Khiya memasak, mencuci baju, membersihkan rumah dan terakhir ia mencabuti semua rumput yang ada di halaman depan dengan derai air mata yang muncul tiba-tiba, meski dia sudah menyibukan diri, rasa itu belum juga bisa Khiya lupakan. Dia tetap merasa galau. “Aw!" Khiya lupa kalo tanganya bukan pisau yang bisa menebas rumput. Tangannya terluka karena rumput itu rupanya rumput keras. “Huft...” Kecerobohan itu menyadarkan Khiya untuk lebih berhati-hati. Setelah membalut lukanya, Khiya kembali membersihkan halaman depan. Lalu setelah itu, dia makan di temani kesunyian. Khiya mencoba memecah hening dengan menghidupkan murotaal Al-Qur’an s

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD