BAB 8

1529 Words
Nendo Terlihat Sedikit Khawatir Karena Sejak Tadi Nadya Belum Juga Keluar Dari Kamar Mandi. Bukan Apa - Apa, Nendo Hanya Takut Jika Gadis Itu Tertidur Pulas Di Dalam Sana, Tapi Kemudian Rasa Khawatir Itu Berubah Menjadi Bingung Ketika Nadya Keluar Dari Kamar Mandi Masih Menggunakan Mini Dress Yang Sejak Tadi Di Pakainya.     " Nendo, " Panggil Nadya Saat Keluar Dari Kamar Mandi, Ia Terlihat Sedikit Gugup.   " Lo Belum Ganti Baju Juga? Bener Dugaan Gue Kalo Lo Pasti Tadi Ketiduran Di Kamar Mandi. " Ucap Nendo Yang Saat Ini Duduk Di Sofa, Memandang Ke Arah Nadya.   “ Ih Bukan Tidur Nendo,Tapi…“   “ Tapi Apa? ” Potong Nendo.   " Ummm Re….Resleting Dressnya Macet. Nadya Kesulitan, Bisa Tolong Bukain Gak? " Pinta Nadya Dengan Gugup, Ia Meremas - Remas Tangannya Sendiri Yang Mendadak Terasa Dingin.   Nendo Tertawa Terpingkal – Pingkal Mendengar Nadya Dengan Polosnya Bicara Seperti Itu. “ Pantas Saja Lama Banget Di Kamar Mandi. Ternyata Resleting Dressnya Gak Bisa Dibuka Ha Ha. " Nendo Melanjutkan Tawanya.   ‘ Dasar Cowok Sialan! Dia Pasti Bahagia Banget Karena Sebentar Lagi Akan Melihat Tubuh Bagian Belakang Gue Untuk Yang Kedua Kalinya! ‘ Ucap Nadya Dalam Hati, Ia Berusaha Menahan Amarahnya Karena Takut Nendo Tidak Akan Membantunya.   " Lo Jangan Ketawa Aja! Cepet Bukain! " Perintah Nadya.   " Ya Udah Lo Kesini, Lah. Yang Butuh Bantuan Siapa? " Nendo Menyisir Rambutnya Sendiri Dengan Tangannya.   Dengan Sangat Terpaksa Dan Menahan Amarahnya, Nadya Berjalan Mendekati Nendo Yang Terlihat Menyeringai Menatapnya.   " Nih, Cepet Bukain. " Saat Sudah Di Hadapan Nendo, Nadya Langsung Saja Membalikan Badannya, Agar Punggunnya Menghadap Nendo.   " Alhamdulilah, Rezeki Orang Ganteng Ini Mah. “ Dengan Senang Hati Nendo Bersiap Akan Membuka Resleting Dress Yang Nadya Kenakan.   " Eh, Lo Jangan Macem - Macem Ya. “ Nadya Megeluarkan Ancaman Sebelum Nendo Melakukan Hal - Hal Yang Tidak Ia Inginkan.   “ Iya – Iya. ” Nendo Mulai Membuka Resleting Nadya Yang Memang Sedikit Macet, Ia Sendiri Juga Sedikit Merasa Kesulitan.   " Bisa Gak Sih! Lama Banget? " Celetuk Nadya Yang Sudah Tak Sabar.   " Sabar Dong. Ini Juga Lagi Di Usahain. " Ujar Nendo.   " Jangan Cari - Cari Kesempatan. " Tegas Nadya.   " Nah, Akihrnya Bisa Juga. Mau Di Bukain Sampe Bawah Gak? " Tanya Nendo Dengan Nada Menggoda.   " Ini Apaan? "  Nadya Membalikan Badannya Sambil Menunjukan Tangannya Yang Terkepal Kuat.   " Tangan, Lah. " Dengan Santainya Nendo Menyahut.   " Mantep Nih Kalo Gue Tonjok Kena Hidung Lo! “ Mata Nadya Melotot. “ Lo Tau Apa Yang Terjadi? Hidung Lo Akan Berdarah? Lo Mau, Hah! " Ancam Nadya Dengan Segala Emosinya.   " Mau Dong Di Tonjok Kalo Sama Kamu Mah. " Ucapnya Seraya Berdiri, Tanpa Meminta Izin, Nendo Langsung Saja Mencium Pipi Kanan Nadya Secepat Kilat Sebelum Akhirnya Ia Berjalan Menuju Kasur, Meninggalkan Nadya Dengan Jantung Yang Hampir Copot Dan Emosi Yang Sudah Mulai Memuncak.   " Aaaaaa…Nendo! Sumpah Demi Apapun, Lo Kurang Ajar Banget Ya! " Teriakan Nadya Sama Sekali Tidak Nendo Perdulikan, Karena Yang Penting Dirinya Sudah Berhasil Mencium Pipi Nadya. Sudah Itu Saja!   " Udah Sanah Ganti Baju Atau Mau Gue Yang Bukain? Mau Gak? " Ucap Nendo Sambil Mengedipkan Matanya.   " Arggh.. " Nadya Pun Langsung Masuk Kedalam Kamar Mandi.   Setelah Keluar Dari Kamar Mandi Nadya Langsung Naik Keatas Kasur . Terlihat Nendo Yang Sedang Asik Memainkan Ponselnya.   " Heh, Bukannya Tidur Lo! Main Hp Aja Terus. " Ucapnya Sambil Membenarkan Bantal Untuk Nadya Tiduri.   " Kenapa Sih, Sayangku? " Ucap Nendo Seraya Membalikan Badan, Sekarang Mereka Saling Berhadapan.   " Sayang - Sayang Palalo Peang! " Nadya Bergidik Geli.   " Kok Sekarang Kamu Jadi Kasar, Sih. " Tanya Nendo.   " Bodo Amat! Apa Lo Mau Gue Tonjok, Hah? " Omel Nadya, Tapi Nendo Sama Sekali Tidak Takut.   " Mao Dong Diton…" Belum Selesai Nendo Berbicara, Langsung Saja Pukulan Keras Mendarat Di Hidungnya.     Bukk…..     " Aw.. Nadya Sakit Banget! " Ucap Nendo Sambil Meringis Kesakitan, Ia Terbangun Duduk Mengusap Hidungnya Yang Mengeluarkan Cairan Berwarna Merah.   " Ne... Nendo. Sorry, Aduh Gue Gak Sengaja!  Gue Gak Tau Kalo Tonjokan Gue Sekeras Itu. Maaf Nendo, Maaf. " Nadya Juga Ikut Terbangun Duduk, Ia Mencoba Membantu Nendo Mengusap Darahnya Yang Keluar Dari Hidung . Dia Sendiri Juga Cukup Terkejut Dan Tidak Menyangka Pukulannya Akan Mengakibatkan Hidung Nendo Berdarah.   " Sakit Banget Ya Nendo? " Tanya Nadya Dengan Penuh Rasa Bersalah, Nendo Hanya Mengangguk.   " Sini, Biar Gue Bersihin Darahnya. " Nadya Mengambil Tissue Yang Berada Di Meja Kecil Di Samping Ranjang, Lalu Ia Mulai Mengelap Darah Yang Mengalir Dari Hidung Nendo.   " Maaf Ya. Sekali Lagi Maafin, Nadya. " Gadis Itu Terus Saja Meminta Maaf Sampai Ia Tidak Sadar Jika Wajahnya Kini Sudah Saling Berdekatan Dengan Nendo. Sangat Dekat! Sampai Akhirnya Nadya Merasakan Deru Nafas Nendo Yang Terasa Di Pipinya, Tapi Nadya Mencoba Tidak Memikirkan Hal Itu. Dia Tetap Fokus Membersihkan Darah Nendo.   Nendo Terdiam Memandangi Wajah Nadya Dari Jarak Yang Sangat Dekat, Ia Melirik Bibir Mungil Milik Nadya, Tapi Nendo Mengurungkan Niatnya Itu Mendaratkan Ciumannya Di Sana.   “ Sabar Ya, Sebentar Lagi Selesai. “ Ujar Nadya, Tapi Kemudian Ia Di Kejutkan Ketika Nendo Mencium Pipinya Untuk Yang Kesekian Kalinya.   Nadya Terdiam Beberapa Saat. Meskipun Sebenernya Ingin Sekali Marah, Bahkan Ingin Sekali Menonjok Lelaki Itu Sekali Lagi, Tapi Ia Mengurungkan Niatnya Karena Tidak Tega. Lebih Baik Dia Menyimpan Energinya Dari Pada Harus Terkuras Untuk Marah - Marah Dengan Lelaki Di Hadapanya.   " Udah Bersih, Sekarang Lo Udah Bisa Tidur. " Nadya Memersihkan Sisa - Sisa Tissue, Lalu Ia Kembali Merebahkan Tubuhnya.   " Sakit Nih Nady, Hidung Aku. " Ucap Nendo Dengan Suara Manja.   " Yaudah Maaf.  Besok Juga Udah Gak Sakit Lagi. Udah Ya, Gue Mau Tidur. " Melihat Nadya Yang Sudah Tidak Memperdulikannya Lagi, Nendo Memilih Untuk Merebahkan Tubuhnya Sama Seperti Nadya .    " Awas Aja, Nanti Gue Akan Balas Dendam Sama Lo!  Lihat Saja Nanti. " Kata Nendo Yang Belum Juga Tertidur.   " Maksud Lo Apaan, Hah? Bales Dendam? Masih Untung Tadi Lo Gue Bantuin. Bukannya Terima Kasih Malah Mau Bales Dendam! Suami Macam Apa Lo Ini! " Omel Nadya Yang Ternyata Belum Tertidur.   " Oh, Jadi Kamu Nganggep Aku Suami Kamu? Hmm… Alhamdullilah. " Nendo Mengucap Syukur.   " Emang Lo Gak Mau Gue Anggep? “ Nadya Bertanya.   " Mmm... Nady Sini, Deh. " Ucap Nendo Yang Sudah Membenarkan Tubuhnya Menghadap Nadya.   " Apaan Sih? " Nadya Menatap Sinis Ke Arah Nendo.   “ Gue Mau Cerita Horror, Nih. Pokoknya Certa Ini Tuh Horor Banget! Tentang Hantu Di Sini. " Nada Biacara Nendo Terdengar Begitu Meyakinkan Sampai Membuat Nadya Ketakutan Mendengarnya.   " Apa? Hantu? Aaaa… Nendo Gue Takut! "  Nadya Langsung Memiringkan Tubuhnya Menghadap Nendo.   " Nih, Disini Itu Ada Hantu Comel. " Kata Nendo Dengan Suara Sedikit Pelan.   " Hantu Comel? Hantu Jenis Apa Itu Nendo? Gue Takut! " Suara Nadya Sedikit Gemetar, Raut Wajahnya Juga Mengambarkan Jelas Bahwa Dia Sangat Ketakutan Jika Berkaitan Dengan Hantu.   " Hantu Comel Itu, Hantu Perempuan Yang Rambutnya Selantai, Mukanya Hancur Dan…" Nendo Menerka - Nerka, Ia Berfikir Sejenak Tapi Kemudian Semua Fikirannya Buyar Begitu Saja Ketika Nadya Tiba - Tiba Memeluk Tubuhnya Dengan Erat.   " Nendo, Gue Takut! " Saking Takutnya, Nadya Meremas Baju Nendo Dan Memeluk Lelaki Itu Dengan Erat.   " Aduh, Surga Dunia Banget Ini Mah Di Peluk - Peluk Bidadari. " Bukannya Kasihan Melihat Nadya Ketakutan, Nendo Malah Merasa Di Utungkan Dengan Yang Ia Dapatkan Sekarang.   " Eh, Dasar Nendo Sialan! Lo Nyari Kesempatan Dalam Kesempitan! " Nadya Segera Melepaskan Pelukannya, Lalu Tangannya Mencubit Lengan Nendo Setelah Merasa Nendo Hanya Menipunya.    " Siapa Yang Cari Kesempatan? Kan, Lo Sendiri Yang Peluk - Peluk Gue! ” Nendo Berusaha Mengelak .   “ Pasti Lo Bohong Ya Tentang Hantu Comel! “ Tanya Nadya Menatap Nendo Dengan Curiga.   “ Yaudah Kalo Gak Percaya, Lihat Aja Nanti Jam 12 Malem. Pasti Nanti Dia Akan Datang. " Ucap Nendo Berusaha Menakut – Nakuti Nadya.    " Halah Bohong!  Gue Gak Takut, Tuh. “ Nadya Yakin Betul Bahwa Nendo Hanya Mengerjainya Saja Karena Tidak Terima Dirinya Tadi Mendapat Tonjokan Di Hidungnya. Nadya Mencoba Memberanikan Dirinya, Meskipun Masih Sedikit Merasa Takut.   " Yakin Berani? “ Nendo Mencubit Pipi Nadya. “ Itu Ngapain Gigit - Gigit Bibir Bawah? Pertanda Kamu Ketakutan Atau Minta Di Cium? ” Ledek Nendo.   " Ih Apaan, Sih. Enggak Kok. " Merasa Sedikit Ketakutan Nadya Sampai Tidak Sadar Jika Sejak Tadi Mengigiti Bibirnya.   " Nady.. Itu Apaan Ada Bayangan.. " Nendo Berteriak Heboh Sendiri, Padahal Tidak Ada Apapun, Tapi Berhasil Membuat Nadya Kembali Mendekatinya.   " Ah, Nendo Gue Takut! " Jerit Nadya Ketakutan.   " Nendo.. Gue Udah Takut. Jadi, Jangan Bikin Gue Tambah Takut. " Keluh Nadya Merasa Benar – Benar Ketakutan.   “ Tapi, Lo Gak Takut Sama Gue, Kan? ” Tangan Nendo Mengelus Pipi Nadya Dengan Lembut, Menatap Lekat Mata Nadya Yang Kini Juga Ikut Memandangnya.   “ Gu…Gue…” Nadya Terbata - Bata Karena Merasa Sangat Gugup Sekali Di Tatap Seperti Itu Oleh Nendo.   Tanpa Banyak Bicaara Nendo Langsung Mencium Bibir Nadya Sekilas . Meskipun Hanya Satu Kecupan, Tapi Sukses Membuat Nadya Ingin Berhenti Bernafas.     Oksigen Mana Oksigen !     Nadya Tertegun, Ia Menyentuh Bibirnya Dengan Jarinya. Nadya Masih Merasa Tidak Percaya Mengapa Tadi Dirinya Tidak Menolak Atau Bahkan Memberontak! Ada Apa Sebenarnya Dengan Nadya.   “ Nendo !!!!! ” Akhirnya Setelah Beberapa Saat Terdiam Nadya Berteriak Juga Ketika Menyadari Apa Yang Telah Nendo Lakukan Kepadanya.   “ Nendo Kenapa Cium Bibir Nadya Sih!! ” Omel Nadya Tak Terima.   Dengan Santai Dan Seulas Senyuman Yang Terukir Nendo Bicara. “  Maaf Ya, Mungkin Tadi Gue Kerasukan Hantu Comel. Jadi, Tanpa Sadar Melakukan Hal Itu. "  Setelah Berhasil Melakukan Aksinya, Nendo Bisa Tertidur Dengan Pulas.   Jika Nadya Memukul Hidungnya, Maka Nendo Akan Membalasnya Dengan Ciuman. Itu Lebih Dari Puas Tanpa Harus Mengeluarkan Tenaga Dan Emosi Karena Tidak Mungkin Jika Nendo Membalasnya Dengan Pukulan Juga.  ** NEXT--->
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD