BAB 7

1301 Words
Nendo Membuka Jendela Kamar, Ia Biarkan Cahaya Matahari Pagi Masuk Ke Dalam Kamarnya. Nendo Menghirup Udara Pagi Ini Yang Terasa Segar. Rasanya Hari Ini Adalah Pagi Yang Paling Spesial Karena Saat Terbangun Dari Tidurnya, Nendo Dapat Melihat Wanita Cantik Yang Tertidur Di Sampingnya.   Nendo Tersenyum Senang, Ia Menghabiskan Waktunya Hampir Setengah Jam Berdiri Di Dekat Ranjang Hanya Untuk Memperhatikan Nadya Yang Tertidur Pulas Di Kasur. Nendo Sengaja Tidak Membangunkan Nadya, Ia Tidak Mau Menganggu Tidur Gadis Itu. Lagi Pula, Ia Merasa Senang Memandang Nadya Seperti Itu.   “ Kalau Tidur Seperti Ini. Cantik Nya Nambah,Tapi Nanti Kalau Dia Udah Bangun Pasti Langsung Kaya Singa! “ Nendo Menggeleng Sambil Tersenyum.   Nadya Mengerjapkan Matanya Berkali - Kali, Merasakan Sesuatu Yang Hangat Menyinari Tubuhnya. Cahaya Matahari Yang Masuk Ke Dalam Kamar Membuatnya Merasa Silau. Nadya Terbangun Dari Tidurnya, Ia Duduk Seraya Merapihkan Rambutnya Yang Sedikit Acak – Acakan. Nyawanya Belum Sepenuhnya Terkumpul Atau Bisa Disebut Belum Sepenuhnya Sadar. Nadya Hanya Menatap Heran Lelaki Yang Berdiri Di Hadapannya Saat Ini Tengah Menatapnya.   “ Lo Siapa? ” Tanya Nadya Dengan Polosnya Seraya Mengucek - Ucek Sebelah Matanya.   Nendo Dibuat Melongo Dengan Pertanyaan Itu. Bagaimana Bisa Nadya Melupakan Dirinya Yang Sekarang Telah Menjadi Suaminya. Apa Dia Terkena Amnesia Secara Tiba - Tiba? Atau Dia Memang Pelupa?.   “ Gue Nendo! Lo Lupa? ” Tanya Nendo.   “ Nendo? “ Nadya Menggaruk - Garuk Kepalanya. “ Oh, Nendo. “ Nadya Manggut -Manggut, Sepertinya Ingatan Nadya Telah Pulih Kembali Karena Sudah Mengingat Semuanya.   “ Iya, Udah Inget Gue Siapa, Kan? ” Tanya Nendo Lagi.   “Nendo! Jadi…. Jadi Dari Tadi Lo Ngeliatin Gue Lagi Tidur? ” Tiba - Tiba Saja Nadya Berteriak Histeris. Wanita Itu Selalu Saja Berteriak, Sepertinya Nadya Tidak Bisa Dalam Sehari Jika Tidak Seperti Itu.   “ Terus Masalahnya Apa? ” Dengan Santai Nendo Menjawab.   Nadya Mencoba Memeriksa Pakaiannya, Ia Menghela Nafas Lega Ketika Melihat Pakaiannya Masih Utuh Tidak Ada Yang Berubah Seperti Tadi Malam.   “ Lo Gak Macam - Macam Sama Gue, Kan? ” Nadya Berdiri Di Atas Kasur, Tangannya Menunjuk Ke Arah Nendo Yang Masih Berdiri Di Dekat Ranjang.   “ Enggak. ” Nendo Menggelengkan Kepalanya.   “ Beneran Lo Gak Ngapa – Ngapain Gue? Terus Kenapa Tadi Lo Ngeliatin Gue? Pasti Lo Udah Lama Banget Ya, Memperhatikan Gue Pas Lagi Tidur! ” Pertanyaan Dari Nadya Yang Bertubi - Tubi Membuat Nendo Terkekeh Geli.   “ Iya Nadya… Gue Gak Ngapa - Ngapain Lo Sumpah! ” Jari Nendo Membentuk Peace.   “ Gue Cuma Liatin Doang Kok! " Lanjut Nendo.   “ Tuh Kan Bener Lo Liatin Gue! Kurang Ajar Lo Ya.  Pasti Lo Ngapa - Ngapain Gue, Kan? Atau Jangan - Jangan Lo Cium - Cium Gue, Ya? “ Nadya Berajak Turun Dari Kasur, Ia Berdiri Menghadap Nendo.   “ Hayo Ngaku !!! ” Teriak Nadya Lagi Sambil Bertelak Pinggang Di Hadapan Nendo. Telinga Nendo Terasa Sakit Mendengar Nadya Terus Saja Berteriak Sejak Tadi.   " Tadi Sih Pengennya Gitu, Tapi…”   “ Tapi Apa Hah? ” Nadya Bertelak Pinggang, Pagi - Pagi Kesabarannya Sudah Di Uji.   “ Gak Jadi. “ Jawab Nendo Seadanya.   “ Kok Gak Jadi Sih? Argh, Nendo Rese Banget Sih! ” Lagi - Lagi Nadya Berteriak.   “ Rese Kenapa Coba? Kan, Tadi Gue Udah Bilang Gak Ngapa - Ngapain Lo. Gue Cuma Liatin Doang Kok Gak Lebih. ” Jelas Nendo Mencoba Membuat Wanita Itu Mengerti, Tapi Tetap Saja Nadya Bersikeras Memaksanya Untuk Jujur Padahal Yang Nendo Katakan Memang Benar Adanya.   “ Lagian Kenapa Sih, Lo Harus Liatin Nadya. Kan, Nadya Jadi Malu. Pasti Jelek Ya? ” Gerutu Nadya, Ia Jadi Merasa Malu Sendiri.   “ Enggak Kok, Lo Cantik Dan Juga Lucu. “ Ucap Nendo.   Nadya Mengulum Senyumnya, Ia Menginjak Gemas Kakinya Sendiri. Pipinya Memerah, Tak Dapat Dipungkiri Lagi Nadya Merasa Senang Dipuji Seperti Itu Oleh Nendo.   “ Beneran, Nadya Lucu Pas Lagi Tidur? ” Tanya Nadya Malu - Malu.   “ Iya Beneran. “ Jawab Nendo.   “ Nendo Bisa Aja Deh.  Nadya Kan, Jadi Malu. “ Nadya Menyampingkan Rambutnya Sendiri Sambil Senyam - Senyum.   “ Kenapa Malu? Emang Bener Kok Kamu Lucu, Kayak Curut.…” Selesai Bicara Nendo Pergi Berlalu Menuju Kamar Mandi Untuk Memebersihkan Diri.   “ Curut? ” Nadya Berfikir Sebentar. “ Tikus Dong Berarti! Nendo Lo Nyebelin Banget Sih!” Nadya Langsung Berteriak Sekencang Mungkin, Sedangkan Yang Di Teriaki Hanya Tertawa Keras.   “ Tuh Kan, Teriak. Suaranya Kaya Tikus Kejepit … Nyaring! ” Ledek Nendo, Setelah Itu Ia Menutup Pintu Kamar Mandi Rapat – Rapat Sebelum Nadya Menerjangnya Lalu Mencekiknya Hingga Kehabisan Nafas Karena Telah Menyebutnya Seperti Tikus Kejepit.     “ Ih Nendo Nyebelin!! “         Setelah Keluar Dari Kamar Mandi, Nendo Melihat Nadya Duduk Diam Dengan Wajah Merengut. Nendo Tau Penyebab Nadya Seperti Itu Adalah Dirinya. Nadya Yang Melihat Nendo Baru Saja Keluar Kamar Mandi Langsung Berdiri . Nadya Berjalan Menuju Kamar Mandi, Saat Melewati Nendo Ia Sengaja Menabrak Bahu Nendo Dengan Tatapan Tajam. Nendo Tidak Marah, Justru Ia Malah Tertawa Senang.   “ Bilang Aja Kalo Lo Mau Bersentuhan Dengan Gue ,Nady! ” Ujar Nendo.   “ Bodo Amat! Nadya Mau Mandi Aja, Dari Pada Dengerin Nendo Ngomong! “ Nadya Langsung Masuk Kedalam Kamar Mandi. Baru Saja Ia Ingin Membuka Bajunya, Pintu Kamar Mandi Diketuk Oleh Nendo.   “ Nadya...”   “ Apa Lagi Sih Ini Cowo ! Arghhhhh! ” Nadya Menggeram Kesal, Ia Menurunkan Pakaiannya Lalu Membuka Pintu Kamar Mandi.   “ Apa Lagi Sih Ne---“ Nadya Menunda Teriakannya Ketika Nendo Menyodorkannya Piyama.   “ Lupa Lagi ?? ” Ucap Nendo.   “ Oh Iya, Nadya Lupa. Makasih Ya, Nendo. “ Nadya Mengambil Piyama Dari Tangan Nendo.   “ Iya Sama – Sama. “   “ Yaudah Nadya Mandi Dulu Ya. ” Baru Saja Nadya Ingin Menutup Pintu, Tapi Nendo Menahannya.   “ Apa Lagi? “ Heran Nadya .   “ Ikut Boleh Gak?  He He. “ Goda Nendo Sambil Terkekeh, Tapi Membuat Nadya Muak.     Nadya Menarik Nafasnya Dalam - Dalam Sebelum Akhirnya Mengeluarkan Jurus Teriakan Mautnya.  “ Gak Boleh! ” Dengan Sekuat Tenaga Nadya Mendorong Nendo Menjauh, Lalu Menutup Pintu Kamar Mandi Dengan Kencang.   Dibalik Kamar Mandi Nadya Bersandar Dipintu Sambil Menahan Kesal. “ Gua Harus Melindungi Diri Dari Si Nendo! Waspadalah Nadya... Waspada!!! “ Ucapnya Dengan Penuh Penekanan.   **   Nadya Merebahkan Tubuhnya Diatas Kasur, Untuk Melepaskan Sejenak Rasa Lelah. Hari Ini Nadya Merasa Senang Karena Bisa Bertemu Dengan Orang Tuanya. Untungnya, Nendo Mau Menemaninya. Rasa Lelah Membuatnya Merasa Ngantuk, Perlahan Mata Nadya Tertutup Meskipun Belum Terlelap.     " Nadya, Mandi Dulu Sanah. " Ucap Nendo.   " Mmmm…. Ngantuk.  Nendo  Aja Yang Mandi, Nadya  Mau Langsung Tidur." Ucap Nadya Dengan Suara Tak Bersemangat.   Nendo Menghela Nafasnya Melihat Nadya Yang Masih Menggunakan Dress. Bagaimana Bisa Nadya Tertidur Nyenyak Menggunakan Pakaian Seperti Itu.   " Yaudah, Ganti Baju Aja Dulu Biar Tidur Nya Nyaman. Ayo Bangun. " Nendo Menarik Pelan Tangan Nadya Agar Segera Terbangun, Tapi Gadis Itu Menahannya Sehingga Tubuhnya Tetap Terbaring.   " Ish Bawel Banget Sih! Dibilang Nadya Tuh Ngantuk Mau Langsung Tidur! “  Nadya Membentak Tapi Nendo Tidak Perduli.   " Nady.. Ganti Baju Atau Lo Gue Cium! " Nendo Mulai Mengeluarkan Ancaman, Tapi Sayangnya Hal Itu Sama Sekali Tidak Berarti Bagi Nadya. Lebih Baik Dia Tidur Dari Pada Harus Mendengarkan Perintah Nendo.   " Nady, Gue Hitung Ya Sampai Lima! Kalau Gak Mau Ganti Baju, Gue Akan Cium Lo. Gue Serius! “ Tegas Nendo.     Nadya Tetap Diam, Sama Sekali Tidak Perduli. Ancaman Nendo Dianggap Seperti Angin Yang Lewat Begitu Saja.   " Satu…." Nendo Mulai Menghitung Ketika Melihat Nadya Sama Sekali Tidak Ada Pergerakan.   " Dua…"   " Tiga.."   " Empat..."   " Lim- " Tiba-Tiba Nendo Langsung Saja Mencium Kedua Pipi Nadya Secara Bergantian, Saat Gadis Itu Masih Terpejam.   Seketika Mata Nadya Terbuka Lebar. Nadya Terkejut ! Ia Terbangun Dan Menatap Nendo Sangat Tajam ! Setajam Silet !   " Nendo Apa – Apan Sih! Kurang Ajar Banget Lo Cium – Cium Gue! " Rasa Ngantuknya Hilang Begitu Saja, Emosinya Justru Meningkat.   " Tadi Kan Udah Di Bilang, Kalo Gak Mau Ganti Baju Nanti Akan Gue Cium. Terus Lo Gak Ngedengerin,  Malah Dicuekin. Yaudah Dengan Senang Hati Gue Cium. " Terang Nendo.   " Dasar m***m! " Nadya Mencibir Kesal.   " Enggak Apa - Apalah Sama Istri Sendiri. " Balas Nendo.   " Ribet Banget Sih Lo!  " Omel Nadya. Dia Masih Merasa Kesal Karena Tidurnya Terganggu.   “ Yaudah, Buruan Ganti Atau Gue Cium Lagi! ” Ancam Nendo Lagi.   “ Iya - Iya…” Tak Ingin Dicium Lagi Oleh Nendo, Nadya Langsung Berlari Cepat Mengambil Pakaian Kemudian Menuju Kamar Mandi.   ** JANGAN LUPA KLIK TOMBOL LOVE NYA UNTUK MENSUPORT :) NEXT --->
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD