BAB 6

2944 Words
Saat Ini, Nadya Dan Nendo Hanya Berduaan Di Dalam Mobil. Sedangkan Margarey Bersama Albert Dan Juga Si Kecil Kamila Berada Di Mobil Yang Berbeda. Sepanjang Perjalanan Nadya Hanya Merengut Kesal, Ia Diam Saja Tidak Bicara Apapun Kepada Nendo Yang Sibuk Menyetir. Sesekali Nendo Melirik Nadya, Ia Selalu Saja Tersenyum Melihat Wajah Nadya Yang Menggemaskan.   “ Gak Usah Ngeliatin Gue Terus Deh. Fokus Aja Nyetir! “ Suara Nadya Memecahkan Keheningan, Nendo Tertawa Pelan Mendengar Nadya Yang Tiba - Tiba Saja Marah -Marah.   “ Siapa Yang Ngeliatin Pede Banget Sih! ”  Nendo Berusaha Membela Dirinya Sendiri.   “ Diam, Jangan Bicara! Nadya Lagi Gak Pengen Di Ajak Ngobrol! “ Gerutu Nadya Tanpa Memandang Nendo.   Lagi - Lagi Nendo Tertawa. “ Pengen Banget Di Ajak Ngobrol. Tadi Siapa Duluan Yang Bicara? ” Tanya Nendo.   “ Na… Nadya Duluan, Sih. “ Jawab Nadya Polos Setelah Itu Mengerucutkan Bibirnya.   “ Nah, Itu Tau. “   “ Udah Diam, Jangan Ngomong! Sekali Lagi Nendo Ngomong, Nadya Akan Lempar Pakai …” Nadya Mencari - Cari Sesuatu Di Dekatnya Yang Bisa Ia Lempar Ke Arah Nendo, Tapi Sayangnya Nadya Selalu Saja Sial Jika Ingin Melemparkan Sesuatu Untuk Nendo. Di Mobil Nendo Saat Ini Tidak Ada Benda Apapun.   “ Kayaknya Lo Lagi Bingung Deh? Sinih Pegangan Tangan Gue Biar Gak Bingung. “ Nendo Mengulurkan Tangannya Agar Nadya Mengenggamnya, Tapi Naasnya Dengan Cepat Nadya Menepis.   “ Kepedean Banget Sih Lo! “ Nadya Memutar Kedua Bola Matanya Kesal. ” Udah Lah, Pokoknya Nadya Kesel. Jangan Ajak Nadya Bicara Lagi! ” Nadya Sedikit Menyampingkan Posisi Duduknya Menghadap Jendela Agar Nendo Tidak Bisa Menatapnya Lagi.   ‘ Lucu Banget Sih Ini Cewe. ’ Gumam Nendo, Sejak Tadi Ia Sudah Sangat Geregetan Dengan Tingkah Nadya Yang Menjengkelkan Tapi Menggemaskan Itu.   Nadya Turun Dari Mobil Setelah Sampai Di Tempat Tujuan. Mereka Semua Segera Masuk Ke Dalam Rumah. Nendo Membantu Nadya Membawakan Koper Yang Berisi Baju Dan Beberapa Barang Penting Milik Nadya.   “ Nadya , Mamah Sama Papah Mau Istirahat Dulu, Ya. Kalian Berdua Juga Istirahat Ya, Pasti Lelah Banget, Kan? “ Ucap Margarey Ketika Sudah Berada Di Dalam Rumah.     “ Iya Mah, Makasih. “ Nadya Selalu Menampilkan Senyum Nya Ketika Berbicara Kepada Orang Tua Nendo.   “ Mamah, Kamila Boleh Gak Tidur Bareng Sama Kaka Cantik Malam Ini? ” Tanya Kamila Dengan Polosnya.   “ Boleh, Tapi Jangan Malam Ini. “ Kata Margarey. Setelah Selesai Bicara,  Margarey Dan Guntur Mengajak Kamila Menuju Kamar Mereka Yang Terletak Di Lantai Dasar. Kini Tinggal Mereka Berdua Yang Tersisa.   “ Ayo Nady, Kamar Kita Di Atas. “ Nendo Berjalan Lebih Dulu Membiarkan Nadya Mengikutinya Di Belakang.   Nendo Membukakan Pintu Kamar, Ia Menyuruh Nadya Masuk Lebih Dulu.   “ Silahkan Masuk, Tuan Putri. “ Nendo Membungkukan Tubuhnya Mempersilahkan Nadya Masuk.   “ Berlebihan! ” Singkat Nadya Dengan Tatapan Kesal , Kemudian Ia Masuk Kedalam Kamar Yang Cukup Besar Dan Tertata Sangat Rapih.   Nendo Mengunci Pintu Kamar, Lalu Berjalan Mendekati Nadya Yang Tengah Memandangi Sekeliling Kamar.   “ Koper Lo Gue Taruh Sini Ya. “ Nendo Berjalan Mendekati Lemari Dan Meletakan Koper Milik Nadya Di Samping Lemari.   “ Makasih. ” Singkat Nadya.   Merasa Gerah Dan Tidak Nyaman Dengan Tubuhnya Yang Terasa Lengke , Nendo Membuka Bajunya Karena Ingin Mandi. Namun Ia Terkejut Saat Mendengar Nadya Berteriak.   “ Aaaa….Nendo! ” Nadya Menutup Wajahnya Dengan Kedua Tangannya Agar Tidak Dapat Melihat Apa Yang Ada Dihadapannya Saat Ini.   “ Kenapa? “ Nendo Kembali Membenarkan Bajunya, Ia Tidak Jadi Membukanya.   “ Itu… Itu Nendo Ngapain Buka Baju? Nendo Jangan Coba Macam - Macam Sama Nadya Ya! ” Ujar Nadya, Ia Sedikit Gugup.   “ Ya Ampun, Nadya.  “ Nendo Menghela Nafasnya, Menggeleng Tak Mengerti Dengan Wanita Di Hadapannya Itu. Padahal, Dirinya Hanya Ingin Membuka Pakaiannya, Tapi Dia Malah Berteriak, Bagaimana Jika Dia Menyentuhnya? Mungkin Gadis Itu Akan Mencekiknya.   “ Gue Cuma Mau Buka Baju Nady.  Mau Mandi. ” Terang Nendo Agar Nadya Tidak Berteriak Lagi Dan Membuatnya Terkaget.   “ Mau Mandi? ” Tanya Nadya Seraya Menurunkan Tangannya Yang Menutupi Wajahnya, Ia Jadi Merasa Malu Karena Sudah Berprasangka Buruk Dengan Nendo.   “ O… Oh Yaudah. ” Ia Menggaruk - Garuk Hidungnya Yang Tak Gatal. “ Ya... Yaudah Sanah Mandi, Nadya Gak Larang Kok. ” Ucap Nadya Terbata – Bata.   “ Dasar Aneh! ” Akhirnya Nendo Memutuskan Untuk Membuka Pakainnya Di Dalam Kamar Mandi Dari Pada Harus Mendengar Nadya Berteriak - Teriak Tidak Jelas Lagi.   Setelah Beberapa Menit Membersihkan Diri, Nendo Keluar Dari Kamar Mandi Hanya Menggunakan Handuk Saja, Ia Bertelanjang d**a. Hanya Bagian Bawahnya Saja Yang Di Tutupi.   Terlihat Jelas Badannya Nendo Yang Tak Nadya Duga Ternyata Begitu Sispack Atau Lebih Tepatnya Begitu Gagah Dan Kekar. Tanpa Nendo Sadari, Keluar Dari Kamar Mandi Bertelanjang d**a Seperti Itu Mengakibatkan Nadya Merasa Deg - Degan, Darahnya Berdesir Lebih Deras Dari Biasanya Serta Terselip Rasa Takut Juga Yang Menghantui Nadya Karena Hanya Berduaan Saja Dengan Nendo Saat Ini.   " Nady, Lo Gak Mau Mandi? Mau Tidur Pake Gaun Pengantin? "  Dengan Santai Nendo Berjalan Mendekati Nadya Yang Sedang Duduk Santai Di Pinggir Ranjang.   " Nanti Aja. Tunggu Lo Tidur.  “ Kata Nadya Dengan Sedikit Gugup, Ia Berusaha Mengalihkan Pandangannya, Posisi Duduknya Ia Rubah Sedikit Menyamping Agar Membelakangi Nendo.   " Loh, Emang Kenapa? " Tanya Nendo Tak Mengerti.     " Gue Takut! " Ucap Nadya Dengan Cepat.     " Takut Kenapa? " Nendo Bertanya Lagi. Dia Semakin Tidak Mengerti Maksud Gadis Itu.     " Nadya Takut Diapa - Apain Sama …."     " Sama Gue? “ Potong Nendo Dijawab Anggukan Oleh Nadya. “ Kenapa Takut, Biar Begini Gue Kan Udah Jadi Suami Lo? Udah Cepet Sanah Mandi. " Ujar Nendo.     " Nanti Aja. " Tolak Nadya.   Tanpa Meminta Izin Dari Nadya, Nendo Langsung Saja Duduk Di Belakang Nadya, Lalu Ia Membuka Paksa Resleting Gaun Yang Nadya Kenakan.     Srettt (Sleting Terbuka)     Nadya Terlonjak Kaget, Tubuh Bagian Belakangnya Hampir Terlihat Seluruhnya Karena Memang Resleting Gaun Yang Di Pakainya Cukup Panjang Sampai Punggung.  Ia Membenarkan Duduknya Agar Menghadap Nendo Yang Kini Berada Di Sebelahnya Dengan Wajah Tenang Tanpa Dosa. Tangan Nadya Terkepal Kuat, Sudah Siap Memberi Pelajaran Kepada Laki - Laki Yang Sudah Berani Membuka Bajunya Tanpa Izin.   “ Nendo! Berani - Beraninya Lo …..” Nadya Menggeram Kesal, Matanya Melotot Tajam Ke Arah Nendo Yang Kini Tersenyum Menatapnya.     “ Kenapa? Mau Marah ? Yaudah Marah Aja, Gak Ada Yang Larang. “ Tanpa Menghiraukan Emosi Nadya, Nendo Terus Saja Meledeknya Hingga Membuatnya Semakin Kesal.     “ Nendo! “ Nadya Menggeram Kesal. “ Nadya Malu Tau…” Teriaknya Kesal, Namun Ia Mencoba Menahan Emosinya Agar Tidak Memukul Nendo.     “ Yaudah Sanah Mandi. Kasihan Punggngnya Nanti Masuk Angin. “ Goda Nendo Sambil Tersenyum Jail. Setelah Itu Ia Bangun Dari Duduknya Menuju Lemari Untuk Mengambil Pakaian.     “ Awas Lo Ya, Gue Bilangin Papah Gue ! Liat Aja Nanti! “ Gerutu Nadya. “ Tapi, Percuma Kalo Gue Ngadu, Pasti Papah Belain Si Nendo! Ah Tau Deh, Lebih Baik Gue Mandi Sekarang! ” Setelah Berdebat Dengan Dirinya Sendiri Akhirnya Nadya Memutuskan Untuk Mandi Tanpa Harus Menunggu Nendo Tidur.     Saat Nadya Selesai Mandi, Ada Hal Yang Terlupakan Yaitu Dia Lupa Membawa Piyama. Di Dalam Kamar Mandi Nadya Dilanda Kebingungan, Bagaimana Cara Dirinya Akan Keluar. Tidak Mungkin Jika Dia Menggunakan Gaun Itu Lagi Yang Sudah Ia Taruh Di Tempat Kotor.     " Aduh Sial! Pake Lupa Bawa Piyama Lagi. Terus Gimana Dong Nih, Masa Iya Minta Tolong Ambilin Sama Nendo? Gengsi Ah. “ Nadya Menggeleng Cepat Dan Mencoba Mencari Cara Lain, Namun Dia Tidak Menemukan Ide. “ Tapi, Masa Iya Gue Keluar Dalam Keadaan Telanjang Gak Pake Piyama? Ah, Yaudahlah. “ Setelah Bergulat Dengan Fikirannya, Akhirnya Nadya Menyerah! Tidak Ada Pilihan Lagi Selain Meminta Tolong Kepada Nendo Untuk Mengambilkannya Piyama.     “ Nendo! Nendo! " Teriak Nadya Dari Dalam Kamar Mandi.   " Apa Lagi? Sepertinya, Lo Demen Banget Teriak - Teriak Ya. " Sahut Nendo Di Luar Kamar Mandi.   " Gu... Gue Lupa Bawa Piyama. Tolong Ambilin Piyama Gue Dong Di Koper !! " Pinta Nadya Memberanikan Diri.   " Oke, Wait! " Merasa Wanita Itu Butuh Pertolongannya, Dengan Senang Hati Nendo Membantunya. Ia Mulai Membongkar Koper Nadya, Untungnya Piyama Milik Nadya Dapat Dengan Mudah Di Temukan.   " Nadya Ini Piyamanya, Buka Pintunya. " Nendo Mengetuk Pintu Kamar Mandi Beberapa Kali.   ‘ Apa Lo Bilang? Buka Pintunya? Enak Aja Nanti Yang Ada Gue Malah Malu Keliatan Tubuh Gue Yang Lagi Telanjang Seperti Ini!  Ke Enakan Dia, Dasar Cowo Gila! ‘ Ucap Nadya Dalam Hati, Menurutnya Nendo Selalu Saja Membuat Tensi Darahnya Naik Beberapa Kali Lipat.   " Nadya, Kok Diem Aja ? Buka Pintu, Ini Piyamanya. " Ucap Nendo Lagi Masih Di Depan Pintu Kamar Mandi.   " Taro Di Depan Pintu Aja! Setelah Itu Lo Pergi, Menjauh Dari Pintu Kamar Mandi!" Sahut Nadya.   " Ya Ampun Nadya, Ngapain Malu Sama Suami Sendiri Sih? Lagian Kalo Gue Taro Nih Piyama Di Depan Pintu, Lo Lebih Susah Ngambilnya. Nanti Malah Kelihatan Semuanya Loh. " Ledek Nendo Sambil Tertawa.   ‘ Kurang Ajar Nih Cowo, Tapi Ada Benernya Juga Sih. " Ucap Nadya Lagi Dalam Hati. Sepertinya Mulai Hari Ini Ia Akan Banyak Menggerutu Dalam Hatinya Karena Tidak Bisa Di Ungkapkan Langsung Oleh Kata - Kata.   " Yaudah Gini Aja Deh, Sekarang Lo Pejamkan Mata Lo, Terus Piyamanya Kasih Ke Gue! “ Saran Nadya. “ Buruan Gak Pake Lama! " Akhirnya Nadya Mengambil Keputusan Yang Menurutnya Lebih Baik Dari Ide Sebelumnya, Yaitu Menyuruh Nendo Meletakan Piyama Itu Di Depan Pintu.   “ Repot Bener! Yaudah Iya. Buka Pintunya, Mata Gue Udah Merem, Nih. “ Akhirnya Nendo Pun Memberikan Piyama Itu Kepada Nadya Yang Sudah Membuka Pintu Kamar Mandi. Gadis Itu Membuka Celah Pintu Hanya Sedikit Saja Untuk Berjaga - Jaga Agar Nendo Tidak Mengintipnya Karena Nadya Tidak Yakin Betul Jika Mata Lelaki Itu Benar - Benar Terpejam.     **     Setelah Nadya Keluar Dari Kamar Mandi Menggunakan Piyama, Terlihat Nendo Sedang Duduk Di Kasur Sambil Nonton Tv  Hanya Menggunakan Celana Pendek Saja Tanpa Memakai Baju.   " Ehhh… Nendo, Lo Kenapa Gak Pake Baju Sih? Sok Pamer Banget Tuh Badan! " Celetuk Nadya Seraya Berjalan Mendekati Koper Miliknya, Ia Mengambil Baju Yang Akan Di Kenakannya Untuk Tidur.   " Kenapa? Lo Suka, Kan? " Alis Nendo Naik Turun Menggoda Nadya, Tapi Yang Di Goda Hanya Menggedikan Bahunya.   " Nadya Gak Suka! “ Kata Nadya Seraya Berjalan Menuju Kamar Mandi Lagi Untuk Memakai Baju. Dia Tidak Ingin Mengganti Pakaian Di Hadapannya.   “ Ingat Ya, Nadya Gak Suka! Justru Jijik. “ Nadya Memeletkan Lidahnya Ke Arah Nendo Sebelum Akhirnya Menutup Pintu Kamar Mandi.   “ Jijik? Emang Dia Fikir Gue Kotoran Apa. “ Nendo Berdecak Sebal, Belum Sehari Saja Istri Barunya Itu Sudah Beberapa Kali Membuatnya Jengkel Meskipun Masih Di Batas Kesabaran.     Nadya Keluar Dari Kamar Mandi Setelah Memakai Baju, Ia Berjalan Mendekati Nendo Yang Masih Duduk Manis Di Atas Ranjang Sambil Nonton Tv .   “ Mau Malam Ini Atau Besok? “ Celetuk Nendo Saat Nadya Sudah Berdiri Di Dekatnya.   “ Maksud Lo Apa? ” Mata Nadya Melotot Sambil Bertelak Pinggang.   “ Pura - Pura Polos Lagi. “ Nendo Memutar Kedua Bola Matanya.   “ Apa Sih, Nadya Gak Ngerti? ” Ujar Nadya. Gadis Itu Benar – Benar Tidak Mengerti Apa Maksud Nendo.   Nendo Bangun Dari Duduknya Dan Berdiri Berhadapan Dengan Nadya Sambil Tersenyum Menyeringai. “ Kalo Pengantin Baru Itu, Ada Istilah Malam Pertama. “ Dengan Penuh Semangat Nendo Menjelaskan Hal Itu Kepada Nadya.   “ Sorry, Ya! Malam Pertama Gak Berlaku Untuk Kita! “ Nadya Menyipitkan Matanya Memperingati Nendo, Tapi Lelaki Itu Sama Sekali Tidak Perduli Tatapan Sinis Dari Nadya, Ia Malah Tersenyum Meledek.   “ Oh, Gue Faham. Pasti, Lo Lagi Capek, Kan? “ Nendo Tersenyum Tipis. “ Ok Sip, Berarti Besok Aja Ya He He. Aku Siap Menunggu! “ Nendo Terkekeh Pelan Sambil Menjatuhkan Tubuhnya Kembali Ke Atas Kasur, Sedangkan Nadya Menatapnya Sambil Bergidik Geli.    “ Terserah Lo, Gue Gak Perduli Tentang Malam Pertama! Sekarang Gue Ngantuk Mau Tidur. " Ucap Nadya Sambil Bertelak Pinggang Menatap Nendo Yang Sudah Merebahkan Tubuhnya Di Atas Kasur.   Nendo Melirik Nadya Sekilas " Yaudah, Tidur Aja? " Balas Nendo.   " Yaudah Lo Minggir Lah. Gue Mau Tidur Di Kasur. Lo Kan Bisa Tuh Nonton Duduknya Di Sofa. " Ucap Nadya Dengan Ketus.   " Suka - Suka Gue Lah. " Sahutnya Dengan Tatapan Mata Terfokus Pada Tv.   “ Ih Nendo, Nadya Ngantuk Mau Tidur. Nadya Mau Tidur Nendo. ” Rengek Nadya, Kakinya Dihentakan Beberapa Kali. Nendo Menatap Gadis Itu Bingung, Terkadang Nadya Bersikap Ketus Dan Cerewet Tapi Disisi Lain Gadis Itu Juga Menampilkan Sikap Ke Kanak – Kanakan Yang Terlihat Manja.   “ Oke. Udah Jangan Ngambek! ” Kata Nendo, Ia Mematikan Tv Dengan Menekan Tombol Merah Pada Remot Yang Ia Genggam. Lalu Nendo Mendongakan Kepalanya Untuk Melihat Nadya Yang Berdiri Di Sampingnya.   “ Ayo Tidur? Lo Pasti Ngambek Kayak Gitu Karena Mau Gue Temenin Tidur Kan? ” Nendo Bertanya Dengan Tingkat Kepedean Yang Maksimal.   “ Lo Itu Kepedean Banget Sih! Maksud Gue Tuh, Lo Jangan Tidur Dik Asur Bareng Gue, Nendo. “ Ujar Nadya Mencoba Menjelaskan Maksudnya.   “ Gak Bisa Gitu Dong Nadya! Kita Berdua Udah Sah Sebagai Suami – Istri. Jadi, Tidurnya Harus Satu Ranjang. ” Balas Nendo Tak Terima.   " Lo Dan Gue? Tidur Satu Ranjang? ” Nadya Menyipitkan Matanya Memandang Nendo.    “ Betul Sekali. Anda Pintar. “  Nendo Mengacungkan Jempolnya. “ Ayo Tidur? ”   " Gak Mau! Pokoknya Nendo Tidur Di Sofa Dan Nadya Yang Di Kasur!  Nadya Gak Mau Satu Ranjang! ” Tegas Nadya, Ia Tetap Menolak Tidur Bersama Nendo.   “ Nadya Takut! Udah Cepat Minggir, Nendo !! Nadya Ngantuk Ih! ” Gerutu Nadya Semakin Kesal D Ibuat Nendo.   " Gak Bisa Gitu, Lah. Gini Aja Deh,  Kalo Lo Mau Tidur Di Kasur Sama Gue Ya Syukur, Tapi Kalo Enggak, Yaudah Lo Tidur Di Sofa Atau Kalo Perlu Di Luar ! “ Nendo Menunjuk Ke Arah Pintu Yang Menuju Ke Balkon “ Tuh, Pintunya Terbuka Lebar. " Nendo Menunjuk Pintu Balkon Dikamar Yang Masih Terbuka.   Nadya Mengigit Jarinya , Pilihan Yang Ditawarkan Nendo Sama Sekali Tidak Ada Yang Menguntungkan Dirinya . Nadya Jadi Tidak Bisa Berbuat Apa - Apa Karena Ini Bukan Rumahnya. Ibarat Tamu, Ia Harus Mengikuti Peraturan Di Rumah Ini.   " Yaudah Deh, Nadya Ngalah!  “ Dengan Wajah Merengut, Akhirnya Nadya Memilih Untuk Mengalah Dan Menerima Kenyataan Bahwa Dirinya Harus Tidur Seranjang Dengan Nendo.   “ Tapi Nendo Harus Pakai Baju Dulu Ya. Nadya Gak Suka Liat Nendo Gak Pake Baju Kayak Gitu.  “   “ Oke. ” Nendo Berjalan Menuju Lemari, Mengambil Kaos Polos Dan Memakainya Setelah Itu Berjalan Mendekati Nadya Yang Masih Berdiri Di Dekat Ranjang.   “ Udah Pakai Baju, Kan? Apa Lagi? “ Tanya Nendo. Gadis Itu Selalu Saja Banyak Permintaan.   “ Yaudah, Pokoknya Awas Ya Kalo Nendo Macam - Macam Sama Nadya. “ Tatapan Sinis Nadya Arahkan Ke Nendo Yang Kini Berdiri Di Hadapannya.   " Emang Kenapa? Kalo Gue Mau Macam - Macam Sama Lo Gimana? " Ucap Nendo Menantang. Lelaki Itu Melangkah Semakin Mendekati Nadya Yang Mulai Terlihat Tegang.   " Nanti Nadya Lempar Pakai….” Kebiasan Nadya Yang Tak Pernah Hilang Mencoba Mencari Benda Di Sekitarnya Untuk Melemparkan Nendo Sesuatu.   “ Pakai Apa? ” Nendo Semakin Mendekatkan Gadis Itu Hingga Jarak Antara Wajah Nendo Dengan Nadya Hanya Satu Jengkal.   " Nendo, Lo Mau Ngapain?  Menjauh Atau Lo Gue---" Terlihat Nadya Yang Sedikit Bergemetar, Wajahnya Memerah. Hal Itu Membuat Nendo Hampir Saja Tertawa Namun Di Tahan.   " Gue Apa, Hmm? " Tanya Nendo Memotong Pembicaraan Nadya.   " Atau Gue Teriak….." Baru Saja Nadya Ingin Berteriak Langsung Saja Nendo Menciumnya.     Eits… Tunggu Dulu! Bukan… Nendo Bukan Mencium Bibir Nadya, Tapi Nendo Hanya Mencium Kening Gadis Itu.     Cupp…. Satu Kecupan Yang Membuat Nadya Bungkam Tak Bergeming.     " Ayo Tidur, Udah Malem. " Ucapnya Dengan Suara Yang Begitu Lembut, Tangan Kanannya Mengusap Pipi Nadya.     Tau Gimana Rasanya Saat Nadya Dicium Nendo Untuk Pertama Kalinya?  Astaga, Gadis Itu Hampir Saja Kehilangan Oksigen Dan Jantungnya Terasa Berguncang Hebat Seperti Ada Acara Dugem Di Dalam Sana, Lututnya Mendadak Gemetar Seperti Habis Berlari Dikejar Kadal Bintit Dan Kecoa Bunting. Ah, Sudahlah. Pokoknya Sekarang Nadya Sedang Berdiri Mematung Sampai Tidak Mendengar Nendo Yang Sudah Memanggilnya Berkali - Kali.     " Nad... Nady... Nadya!! " Teriak Nendo Yang Sekarang Sudah Berada Di Atas Kasur.   " Hah? " Nadya Tersontak Kaget.   " Sinih Tidur, Ngapain Masih Bengong Aja Disitu? " Ucap Nendo Sambil Menepuk -Nepuk Kasur, Tanda  Mempersilahkan Nadya Untuk Tidur Di Sebelahnya.     Nadya Pun Berjalan Menaiki Kasur Dan Merebahkan Tubuhnya Di Sebelah Nendo. Sekarang Posisi Mereka Berdua Sama - Sama Menghadap Atap Rumah.     " Nadya? " Panggil Nendo.   " Kenapa? "   " Lo Seksi Banget Deh! " Ledek Nendo.  Tentu Saja Pujian Itu Membuat Nadya Kesal Dan Membalikan Badan Menghadapnya.   " Apa Lo Bilang? " Tanya Nadya Sambil Melotot Dengan Nada Menahan Kesal.   Lalu Nendo Juga Membalikan Badannya  Menghadap Nadya.   " Lo Kurang Denger Emang? Nih Gue Ulangin Sekali Lagi Ya, Lo Sek---"     Plakk……   Belum Selesai Nendo Berbicara Sebuah Tamparan Pun Mendarat Dipipi Nendo. Kalian Harus Tau , Nadya Sudah Tidak Bisa Lagi Menahan Emosinya Karena Sejak Tadi Nendo Tak Berhenti Memancing Amarahnya.     " Aduh Sakit! " Nendo Meringis Sambil Mengusap Pipinya Yang Baru Saja Mendapat Hadiah.   " Sukurin! Itu Gak Seberapa, Sekali Lagi Lo Macem - Macem Gue Bakal Tendang Lo Sampe Ke Planet Uranus! " Nadya Membalikan Badannya Lagi. Sekarang Posisinya Tidur Miring Membelakangi Nendo.   " Nadya Galak Banget Sih, Sakit Tau! " Nendo Masih Saja Meringin Karena Tamparan Itu Lumayan Menyakitkan.   " Bodo Amat! " Balas Nadya Tak Perduli.     " Nady.." Panggil Nendo Lagi.   " Apaan Lagi Sih Nendo…” Nadya Terpanjat Kaget Ketika Merasakan Tangan Milik Nendo Memeluknya Dari Belakang, Dengan Cepat Nadya Memukul Tangan Nendo Agar Melepaskan Pelukannya.    " Ih Nendo Apaan Sih! Lepasin Gak. Jijik Tau, Lo Bikin Gue Takut Aja Sih. Gue Masih Umur 17 Tahun Gak Mau Hamil Dulu, Lepasin Gak! Lepasin Nendo! " Teriaknya Seraya Berusaha Melepaskan Pelukan Nendo.   Ucapan Nadya Tadi Ternyata Membuat Nendo Tertawa Mendengarnnya , Lelaki Itu Melepaskan Pelukannya Sambil Tertawa Lepas.  " Ha Ha Ha… Dasar Anak Kecil! " Ledek Nendo Masih Terus Saja Tertawa.   " Ngapain Lo Ketawa? " Nadya Bangun Terduduk, Melihat Nendo Yang Masih Tertawa Padahal Menurutnya Tidak Ada Hal Lucu Yang Perlu Di Tertawakan.     Nendo Juga Ikut Duduk. " Lucu Aja, Apa Hubungannya Gue Peluk Lo Sama Umur Lo Yang Masih 17 Tahun Dan Lo Gak Mau Hamil? Coba Gue Tanya Apa Hubungannya? ” Tanya Nendo Menahan Tawanya.   “ Ya…Ya Enggak Ada Sih. “ Merasa Malu Sendiri Nadya Hanya Mengusap Leher Belakangnya. Dia Hanya Merasa Takut Hingga Membuatnya Tidak Bisa Mengontrol Ucapannya Yang Terkadang Tidak Jelas.     “ Gak Ada Sejarahnya, Perempuan Hamil Hanya Karena Dipeluk Oleh Laki – Laki, Nadya. “ Lanjut Nendo.   “ Bodo Amat. Nadya Gak Denger! “ Nadya Menutup Telinganya , Merebahkan Kembali Tubuhnya.   “ Kecuali Kalo Lo Mau … “ Nendo Mengurungkan Niatnya Untuk Mengajak Nadya Untuk Berhubungan Malam Ini, Menggodanya Saja Sudah Mendapat Tamparan Apalagi Mengajaknya Untuk Berhubungan . Mungkin Nendo Akan Di Smackdown !   “ Udah Diam. Nadya Gak Mau Diajak Bicara! Nadya Ngantuk! ” Oceh Nadya.   “Jangan Sentuh Nadya! ” Tegas Gadis Itu, Sekali Lagi.   ‘ Dasar Anak Kecil! ‘ Cibir Nendo. ** TUNGGU KELANJUTANNYA YA :)
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD