9. Aku tak ingin melihatmu II.

1071 Words

Ruangan kelas itu sangat sunyi dengan seluruh wajah yang menoleh ke belakang. Clarissa menggigit bibir bawahnya sedikit dengan memejamkan matanya pelan syarat akan kegagalan. Dia mendongak, menatap hampir seluruh kelas menatapnya. Tersenyum terpaksa, akhirnya dia berdiri pelan dengan penuh kehati-hatian. "Kau terlambat?" Suara teguran itu kembali terdengar, membuat Clarissa mengangguk pelan dengan mata menatap ke depan. Jika beberapa saat yang lalu dia merasa malu karena tertangkap mengendap kali ini seluruh perasaannya berubah sangat cepat bagai badai yang menghancurkan seisi kota. Dia sama sekali tak berkedip saat matanya bertemu dengan mata Keenan yang juga tengah menatapnya. "Berikan aku alasan agar aku bisa menerima keterlambatanmu. Jika tidak, kau bisa keluar," Rasa benci, mu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD