Terlepas dari kejadian tadi pagi. Gisa masih terganggu oleh ucapan Reika. Semuanya masih menjadi tanda tanya besar baginya. Apa hubungan Angga dengan Reika? Siapa Chita? Apa Angga benar suaminya? Kenapa teman-teman Angga tidak tahu jika dia adalah istri Angga? Apa sebenarnya yang direncanakan oleh Angga? Semuanya masih berwarna abu-abu. Sekarang Gisa berada di perusahaan Angga. Tidak ada yang bisa ia lakukan. Ia hanya duduk diam memikirkan semua banyak kemungkinan. Sedangkan Angga sibuk dengan berkas-berkas yang menumpuk di atas meja nya. Karena pusing memikirkan apa yang tidak mungkin bisa terjawab oleh pikirannya, ia berjalan mendekat ke meja Angga. "Ada yang bisa saya bantu, pak?" tanya Gisa. Rasanya ia sudah lama tidak berkutik dengan berkas-berkas dan kertas-kertas yang menumpuk.

