"Pa...pangeran. To...tolong. Le...lepaskan. Ap...a. An...da teg...a mem...bunuh. Bayi...ini?" Reynald melonggarkan cekikan di leher Valerie.
Wajah Reynald melunak untuk sepersekian detik lalu...
Brak...
Ia membanting Valerie ke lantai hingga lantai tersebut retak dan terdapat cekungan. Gerakan tiba-tiba Reynald membuat Semua keluarga Valerie memekik.
Damarion meringis pelan sementara Ernest menggelengkan kepalanya tidak percaya.
"Dengar ini baik-baik Jalang. Bayi ini bukan anakku dan kau sudah menguras kesabaranku dengan melukai orang yang aku cintai." Reynald masih menahan diri untuk tidak membunuh Valerie.
"Wanita sialan itu tidak pantas mendapatkan cintamu pangeran. Hanya saya saja yang pantas mendapatkannya! " Valerie mengerang kesakitan, ia rasa ada cairan yang keluar dari kewanitaannya.
"Wah wah wah, dia masih keras kepala saja ya? Habisi saja dia Rey! Dia sudah membuat Adriana terluka parah dan hilang !" Damarion mengompori sehingga membuat amarah Reynald terpancing. Selain itu ia dan Morgan tidak akan sudi memanggil Reynald dengan sebutan kakak jika tidak ada maunya.
"Bayi ini yang membuat Adrianaku menjadi salah paham." Reynald menekan perut Valerie hingga ia berteriak kesakitan.
"Cukup pangeran! Sebaiknya anda mencari mate anda. Mungkin saja ia masih hidup dan terluka parah sekarang. Pergilah sekarang sebelum mate anda mati! " Mendengar ucapan Queen Angela dengan cepat Reynald menghentikan aksinya.
Memang benar yang di katakan Queen Angela, sebaiknya ia pergi dan mencari Adriana kembali. Mungkin saja Adriana jatuh ke jurang dan berada di laut.
Reynald langsun menyeret Damariom yang sedang makan. "Reynald t***l! Kakak b**o! Lepas! " Damarion mengumpat sangat keras.
Jegah dengan u*****n adiknya Reynald menhentikan jarinya sehingga mulut Damarion tidak bisa di buka.
*****
"Sayang, coba lihat itu." seorang wanita menunjuk sesuatu. "Sepertinya dia sedang terluka. Sebaiknya kita bawa saja ke istana."
"Baiklah, kita akan obati dia." Pria tersebut menjawab, ia melambaikan tangannya ke arah seorang gadis yang sedang tengelam dan tidak sadarkan diri.
Perlahan tapi pasti baju terkoyak milik gadis itu berubah dan kakinya pun ikut berubah menjadi ekor. Terdapat beberapa luka menganga di sekujur tubuhnya.
"Manusia? Tapi kenapa ia bisa sampai ke sini?" Pria tersebut menggumam.
"Kita tolong saja dia. Mungkin akan cocok dengan putra kita." wanita tersebut meneliti wajah gadis itu.
"Kau benar sayang, ayo kita pulang." pria tersebut memerintahkan air untuk membawa gadis itu ke istana mereka.
*****
Reynald pusing, khawatir, taku, sedih, semua bercampur aduk menjadi satu. Ia tidak becus menjaga Adriana sehingga kini Adriana hilang entah kemana.
"Kau di mana Ana." pikiran Reynald saat ini sedang kacau balau, ia sedang tidak bisa berpikir jernih.
"AKH..." Damarion hampir saja terlempar jauh karena tekanan kekuatan Reynald yang tiba-tiba.
Ia kasihan dengan kondisi kakaknya, selama beratus-ratus tahun kakaknya tidak pernah sekacau ini. Sikapnya selalu tenang seperti danau tanpa riak.
Damarion melihat ke bawah tebing. Laut biru di sana terdapat sedikit warna merah darah. "Coba lihat ke bawah." Damarion mengirim link pada Reynald. Bibinya masih tidak bisa di buka.
Reynald terlihat memikirkan sesuatu setelah itu ia melompat ke dalam air. Memang seorang demon tidak bisa berubah menjadi mermaid tapi mereka bisa menahan nafas selama yang mereka mau.
Damarion mengikuti Reynald melompat ke dalam air. Ia takuk Reynald akan mengamuk dan membumi hanguskan clan mermaid. Jika sudah sangat marah Reynald bisa mengeluarkan naga miliknya. Jika itu terjadi maka dunia immortal akan hancur mungkin hanya sebagian.
*****
"Ada apa ayah dan ibu memanggilku?" Seorang pemuda bertanya. Ia memiliki ekor berwarna biru seperti ayahnya.
"Sebaiknya kau duduk dulu Nicol." sang ibu Queen Louna meberi perintah. Queen Louna memiliki ekor berwarna keemasan, ia terlihat cantik, anggun, dan berwibawa.
"Langsung ke intinya saja. Kami akan menikahkanmu dengan gadis pilihan kami." Lord Leonard memberi tahu tanpa berbelit-belit.
Reaksi yang di tunjukan Nicol membuat mereka kaget. "Siapa gadis yang akan ibu dan ayah jodohkan kepadaku?" Mereka kira Nicol akan menolak dengan suara lantang.
"Kami tidak tahu namanya tapi gadis itu sangat cantik." Queen Louna tentu sangat senang mengetahui bahwa anaknya tidak menolak.
"Sebaiknya kau melihatnya, ia berada di kamar tamu dan sedang di temani adikmu." lord Leonard memberi tahu.
"Baik, aku permisi." Nicol keluar dari aula istana menuju kamar tamu.
*****
Sementar di kota clan mermaid terjadi sebuah keributan karena kehadiran putra mahkota dan pangeran kerajaan Lucifer.
Kota itu sangat Indah. Dengan berbagai macam bagunan dengan gaya kuno dan patung-patung berjajar rapih di sisi kanan dan kiri jalan utama.
Sebagian besar bangunan memiliki banyak kaca sehingga bagian dalam dari bangun-bangun itu terlihat jelas.
Para warga berbisik-bisik tentang dua pangeran itu. Tentu saja Reynald dan Damarion bisa mendengarnya.
"Kenapa dua pangeran Lucifer kemari?"
"Apakah ada sesuatu yang terjadi?"
"Aku baru pertama melihat mereka. Mereka sangat tampan."
Begitulah bisikan para warga dan masih banyak lagi. Reynald hampir sampai di kerajaan mermaid tapi ia melihat barier yang mengelilingi istana tersebut.
"Apa yang mereka lindungi?Pasti sedang terjadi sesuatu di sana." Reynald membatin, mereka berenang lebih cepat.
Reynald berhenti dan mengamati barier yang mengelilingi istana mermaid. Ia mengangkat tangannya lalu mengarahkan tangan tersebut ke arah barier.
Prang...
Barier hancur, semua prajurit datang. "Minggir kalian!" Reynald mengirim link pada mereka semua. Ia dan Damarion tidak bisa bicara di dalam air jadi mereka berbicara melewati pikiran.
Para prajurit yang menyadari bahwa dua orang itu adalah dua pangeran Lucifer mereka segera menyingkir memberi jalan. Mereka semua tidak bodoh, mereka masih ingin hidup dengan damai dan belum ingin menjadi abu.
Reynald dan Damarion langsung melesat ke dalam istana, mereka masuk ke dalam aula istana. Reynald membuka pintu secara paksa.
Brak...
Dua orang di dalam langsung terperanjat, cepat-cepat mereka bangun dari tempat duduk mereka dan membungkuk kepda Reynalf dan Damarion.
"Salam pangeran, ada apa anda kemari? Apakah ada sesuatu yang penting?sehingga anda berdua yang datang ke istana ini." Lord Leonard memberi salam.
"Apa ada seorang gadis yang jatuh ke laut ini?" Reynald langsung to the point.
"Maksud anda seorang gadis manusia? Jika iya maka ia ada di kamar tamu dan gadis manusia itu akan segera menjadi menantu kami."
Bledar...
Aula utama langsung hancur setelah sang Ratu mengucapkan kalimat tersebut. Damarion seperti beruntung karena ia langsung memasang barier untuk melindungi dirinya.
"JANGAN GILA KALIAN! DIA ADALAH MATEKU." Reynald membentak lewat link. Wajah Raja dan Ratu tersebut pucat pasi, sungguh demi apapun mereka tidak tahu.