Dafi mengerutkan kening ketika begitu masuk ke kamar ia sudah di sambut oleh senyuman lebar Laura. Rasanya baru beberapa saat lalu Laura murung, tapi sekarang kenapa dia tersenyum lebar seperti itu? “Aku tidak tahu mood perempuan bisa berubah secepat ini? Rasanya tidak sampai satu jam lalu kamu terlihat sangat marah?” Laura tidak menjawab, ia masih tersenyum lebar lalu meraih nampan yang dibawa oleh Dafi kemudian memeluk leher lelaki itu dengan erat. Melampiaskan kebahagiaannya. “Wow ... wow. Ada apa ini?” Laura mengangkat wajah tanpa melepaskan pelukannya, ia kemudian memberikan sebuah ciuman di kedua belah pipi Dafi. “Thank you so much Dafi.” “For?” Laura tersenyum penuh arti. ... Beberapa saat lalu setelah termenung panjang pasca mendapatkan ciuman dari

