Part 44

1199 Words

“Pak saya memiliki informasi penting.”   Dafi terjengit, pening yang ia rasakan seketika menghilang begitu mendengar kabar tersebut. Ia kemudian berdiri, meraih tas dari sandaran kursi kemudian beranjak dengan langkah lebar. Satu persatu informasi ia terima, rahangnya perlahan mengatup kedua tangannya terkepal erat begitu mendengar informasi tersebut.   Akhirnya setelah menunggu selama satu minggu ia mendapat titik terang. Satu minggu yang penuh kekalutan itu akhirnya membuahkan hasil, dengan langkah yang mulai terseok Dafi mempercepat langkahnya, mengabaikan kepalanya yang kembali berputar hebat.   “Pak Dafi!” Indi datang tepat waktu, perempuan itu menahan tubuhnya yang hampir terjerembab jatuh membentur pintu lift.   “Pak sebaiknya Bapak ke klinik lebih dulu.”   Dafi menepis

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD