Setelah berhasil meyakinkan Nisa akhirnya mereka kembali ke rumah Retno, sebenarnya Bastian tidak tega melihat Nisa yang selalu muntah. "Nanti sore kita ke rumah sakit, kita periksa dulu bagaimana keadaan kamu, kalau muntah terus begini bagaimana kamu bisa makan." Bastian melirik Nisa dari kaca spion mobil yang ada di depannya. Bukannya menjawab Nisa malah diam saja, dia masih marah kepada Bastian, dipikirannya masih jelas teringat, bagaimana Bastian membuang foto pernikahan mereka. "Kamu jangan ngajak Nisa bicara dulu, dia kan sedang tidak semangat,nanti sore biar mama temani kalian ke dokter kandungan." Retno mengusap kepala Nisa yang ada di pundaknya. Bastian akhirnya diam saja,dia juga merasa bersalah telah melempar foto mereka tadi,yang jelas-jelas foto itu baru saja datang kemari

