Berulang kali Linda mencoba untuk menghubungi Ririn, melihat Nisa yang semakin lemah, membuat hati Linda benar-benar tersayat, pendarahan yang tadi terjadi sudah mulai berkurang. "Ada apalagi Linda,tadi kan aku sudah mengatakan kepada kamu lakukan saja yang terbaik, kenapa kamu terus menghubungiku, pekerjaanku tidak ini saja." jawaban ketus terdengar dari Ririn,saat dia mengangkat panggilan video call dan Linda. "Kamu bisa nggak untuk tenang dulu, Nisa sangat membutuhkan kehadiran kamu sekarang, buang dulu segala egomu dan mengalah lah, untuk keselamatan mereka bertiga." Linda mengarahkan hp-nya kepada Nisa. "Rin, Aku tidak tahu kapan aku akan pergi, bolehkah aku bertemu dengan kamu untuk terakhir kalinya, Aku mau menyerahkan anak kamu ini baik-baik kepadamu, Aku ingin menitipkannya kep

