Ririn mengusap rambutnya kasar,dia tidak menyesali apa yang dia katakan pada Nisa,hanay kenapa dia bisa seemosi in,dan tidak seperti dirinya,semua yang dia ucapkan adlaah isi hatinya selama ini,lega terucap tapi sesal karena mengingat anak Nisa. “Rin, kamu sudah mengungkapkan semua isi hati kamu dek, kamu tidak usah terbebani dengan apa yang kamu ucapkan kepada Nisa, dai pantas mendengarkan ini semua,jadi kamu tidak salah sedikit pun.” Begitulah kinanti meyakinkan Ririn, Keke datang dengan segelas air minum di tangan nya. “Minum dulu buk.” Keke memberikan nya pada Ririn. “Aku tidak mau tinggal di sini lagi,aku mau ke negara xx, dan tidak akan kembali lagi,terserah apa yang terjadi di sini,aku lelah dengan semua masalah konyol ini!” Ririn sudah sangat bertekad sekali dengan keputusan nya

