Keadaan yang sangat membuat Bastian tidak bisa memilih,tadi nya dia sudah sangat yakin akan adil pada mereka berdua,tapi melihat perlakuan Nisa yang semena-mena pada Ririn,membuat Bastian tidak akan pernah menyamakan Nisa dan Ririn lagi. “Kamu yang memulai semua ini Nisa,aku sudah mencoba sebaik mungkin untuk menghadapi kamu, berulang kali Ririn harus mengalah hanya demi kamu,seujung kuku saja kamu tidak bisa meniru kebaikan nya.” Bastian masuk ke dalam kamarnya bersama Ririn, lebih baik dia pergi bekerja sekarang. Ririn masih mencoba mempercepat laju mobilnya,agar Nisa tidak gegabah dalam bertindak,apalagi dia sedang hamil sekarang. Nisa memang menuju rumah nya,hanya itu yang dia punya untuk saat ini, rumah yang hanya ada dia nantinya. “Tujuan kamu menikahkan aku dengan sebastian sebe

