Chapter 42

1633 Words

Aron yang sibuk mengerjakan pekerjaan kantornya merasa mendadak pusing. Tidak biasanya dia seperti ini. Dia bahkan seumur hidupnya, bisa di hitung oleh jari, karena dia orang yang sehat bugar tidak pernah sakit sama sekali. Pria itu menghela napasnya, lalu meletakan laptopnya. Dia bangkit dari duduknya dan kemudian turun dari ruang kerjanya. Dia membutuhkan kopi untuk menemaninya begadang malam ini. Dia turun, dan menatap sekeliling sebelum akhirnya memanggil asisten rumah tangganya. "Bibi!" Seorang wanita paruh baya menghampiri pria itu. "Ada apa Den Aron? Aden, membutuhkan sesuatu?" "Buatkan saya kopi hangat. Ingat, jangan terlalu manis seperti biasanya." "Baik Den, tunggu sebentar, Bibi buatkan. Nanti Bibi kirim ke ruangan kerja Aden." "Hm." Aron pun naik kembali ke atas, semen

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD