Nadia melongo mendengar apa yang Bruce katakan. Dia, bahkan tanpa sadar membuka mulutnya sendiri. Bruce, yang menatapnya dengan diam, dia tertawa. KMelihat tawa dari wajah Bruce, membuat Nadia mengerutkan keningnya. "Bruce? Lo kenapa ketawa sih?" Bruce dia menggelengkan kepala. "Dan lo percaya?" Nadia mengerjapkan mata. Dia menatap pria itu aneh. "Ha? Maksud lo, lo tadi bercanda?" Bruce mengangguk sambil tertawa. "Iya haha! Dasar lo, panikan dari dulu nggak ilang." Nadia yang mendengarnya kesal. Dia memajukan bibirnya, dan lalu memukul Bruce dengan kesal. "Aaaaa, Bruce! Lo jahat bohongin gue" Bruce yang di hantam pukulan oleh Nadia, menghindar dengan tangannya. Dia melindungi dirinya dengan tangan kanannya. "Eeh, ehh! Woy, gue kan bercanada. Kenapa gue kena pukul sih!" Nadia berhen

