Risma membuka matanya dan menatap dalam pada laki laki yang sudah duduk tak jauh dari tempatnya. "Seperti anak kecil katamu? Lalu kamu seperti apa, Pa? Dan apakah semua akan baik baik saja setelah kamu memutuskan memasukkan wanita lain dalam rumah tangga kita? Bahkan ketika kamu memutuskan meninggalkan wanita itu, kita tetap tidak lagi bisa baik baik saja. Jadi diam lah, dan jangan pernah paksa aku untuk mengerti kelakuan kamu itu." Risma kembali memejamkan matanya dan menutup tubuhnya dengan selimut. Tak ingin menghabiskan tenaga untuk berdebat dengan Pandu yang Risma tau, itu tidak akan pernah menemukan solusi selain dia harus dipaksa menerima. Jadi lebih baik menyelamatkan hatinya dengan tidak membahas sesuatu yang bisa membuatnya semakin terpuruk. Pandu mengusap wajahnya kasar,

