"Lalu?" Hanya kata itu yang keluar dari mulut Abas. "Aku memilih tak perduli, memilih mengabaikan panggilan mas Pandu dan membiarkannya melakukan apapun yang dia mau. Dan dia memilih pergi membawa perempuan itu. Di hadapan aku, istrinya! Miris bukan? Menyedihkan sekali nasibku." Sahut Risma datar dengan tatapan kosong menatap sekitar. "Keterlaluan! Kurang ajar sekali dia! Aku harus bertemu dengan laki laki itu, dia harus di beri pelajaran, agar bisa menghargai kamu, Ris!" Abas murka, suaranya yang meninggi langsung mengundang perhatian pengunjung cafe. "Sudahlah, itu tidak perlu, karena akan menimbulkan masalah baru. Aku sudah siap menghadapi hal yang lebih berat dari sebelumnya. Dan aku juga sudah tau bagaimana menghadapi Mas Pandu setelah ini, dengan caraku. Mereka harus tau sep

