Hubungan Baru

1070 Words
Jantung Alfi seakan berhenti berdetak saat menatap pria itu. Ada rasa yang berbeda, tidak seperti saat ia menatap laki-laki lain. Semakin lama menatap semakin dalam, hingga membuat Alfi melamun. "hai!" Tegur pria itu pada Alfi. "ah, iya maaf." jawab Alfi lalu ia berjalan menjauh dari pria itu. pria tadi hanya menatap heran kepergian Alfi. kemduian dia kembali bergabung dengan teman-teman nya di depan. "dari mana aja , Rey?" tanya Lean yang melihat kedatangan Reyhan. Yao, laki-laki tadi bernama Reyhan. "dari belakang, lihat-lihat pemandangan." jawab Reyhan lalu ikut gabung. Namum saat yang lain tengah asik mengobrol, Reyhan masih kepikiran dengan Alfi. pandangan pertamanya terasa berbeda dengan wanita itu. ingin rasanya dia kembali menemui Alfi, tapi ia ragu. akhirnya dia mendekati Aulia untuk bertanya seputar wanita itu. Reyhan melangkahkan kaki nya masuk kedalam rumah. "heh, Rey! mau kemana?" tanya Lean "mau nemuin Aulia dulu. ada bisnis." Jawab Rey sesampainya di dalam, Reyhan melihat Aulia tengah membuat es di temani oleh Jihan sahabatnya. "Aul!" panggil Reyhan. "ya?" jawab Aul mengangkat kedua alisnya. "aku mau bicara, ke teras samping yuk?" ajak Reyhan. "ya udah, tunggu saja di sana. Ji, aku ke sana dulu ya." pamitnya pada Jihan lalu di angguki. Aulia berjalan menuju teras samping,. namun saat ia melewati ruang TV, ia tak menemukan Alfi. sedikit mengernyitkan dahinya. "Kemana tuh anak?" Guman Aulia. Namun Aulia Mash saja berjalan tanpa memperdulikan Alfi. mungkin dia sedang di kamar. pikirnya. "ada apa, Kak?" tanya Aulia saat sudah si samping Reyhan. "boleh aku bertanya Sesuatu?" tanya Reyhan. "silahkan, emang mau tanya apa?" jawab Aulia. "em.... anu... temen mu yang tadi ke halaman belakang siapa? kok kayaknya aku gak pernah lihat dia!" kata Reyhan gugup. sedikit curiga, tak biasanya dia menanyakan temanku. Aulia menghela nafas. huuuftttt.... "yang mana kak?" tanya Aulia pura-pura. "tadi loh, cantik kok orangnya. tapi cuek banget." jawab Reyhan. "apa dia baru pertama kali ke sini?" tanya Reyhan lagi "oh, Alfi toh. dia sering kok kak kesini. kakak saja yang enggak pernah memperhatikan teman-teman ku." jawab Aulia "siapa namanya, Alfi?" tanya nya lagi "heem, namanya Shanum Alfianti. dulu dia itu pendiam, karena......" Aulia menceritakan semua tentang kehidupan Alfi yang ia ketahui. Reyhan yang mendengarkan merasa iba dengan kisah Alfi. tak terasa ia menitihkan air mata. "ih, kakak nangis!" ledek Aulia saat melihat air mata Reyhan jatuh. Dengan sigap, Reyhan menghapus air matanya itu. "apaan sih," kata Reyhan "kalau kakak mau kenal dengan dia lebih dekat, temui aja sana di belakang." suruh Aulia Reyhan pun mengangguk da berjalan meninggalkan Aulia sendirian. setelah kepergian Reyhan, kakak sepupu Aulia menghampiri nya kembali. "Aul!" panggil lean. Aulia pun menoleh." ada apa bang?" tanya Aulia pada lean. "curhat apa si kunyuk tadi?" tanya Lean. "kayaknya dia suka sama Alfi deh, Bang. tadi saja dia Tanya tentang Alfi. mungkin tadi ketemu " jawab Aulia jujur. "pantes saja dari tadi cuma ngelamun. itu toh yang di pikirkan dia." ucap lean lirih. "hah, dia melamun?" tanya Aulia mengernyit kan dahinya. "heem, tadi kan pas baru sampai dia izin ke halaman belakang, mau lihat ikan katanya. eh pas datang-datang dia mulai ngelamun." jelas Lean. "biarin saja, Bang. biar dia cari suasana baru. kasihan kan dia. apalagi Alfi," kata Aulia memelas. "iya udah, kita sebagai teman dukung aja sih yang menurutnya baik." balas Lean. sementara di sisi Alfi, kini ia tengah memandangi air kolam yang jernih itu. sesekali kakinya ia celupkan di air kolam. "hemm, hidup gini amat ya." katanya lirih. "pengen deh, cepet lulus SMP terus lulus SMA biar cepat kerja." katanya lagi. "Usia masih kecil tapi pikiran kok sudah dewasa. Kalau saja aku punya mesin waktu, sudah ku putar waktuku di masa depan." ucapnya sembari memainkan air. "ehemmm...." Alfi sontak memalingkan wajahnya saat mendengar suara deheman dari laki-laki. "ah, kamu!" kata Alfi menunjuk Reyhan. "iya, maaf ya kalau ngagetin." jawab Reyhan "iya gak apa-apa. kenapa ke sini?" tanya Alfi yang masih duduk di tepi kolam. "boleh aku ikut duduk?" tanya Reyhan sebelum menjawab pertanyaan Alfi. "boleh," jawabnya cuek. "kenalkan nama ku Reyhan. kamu?" Reyhan mengulurkan tangannya namun tidak di balas oleh Alfi "panggil saja Alfi." jawabnya. "oh, oke." Reyhan kembali menarik tangan nya. "kamu ngapain ke sini?" tanya Alfi lagi. "aku mau kenal sama kamu saja. jadi aku susulin ke sini." jawab Reyhan "enak ya ternyata di sini." kata Reyhan lagi. Namum Alfi sama sekali tidak menggubris perkataan Reyhan, ia justru asik sendiri dengan aktifitas nya. setengah jam bersama di kolam, nampaknya tak membuat Reyhan bisa dekat dengan Alfi. tapi itu tak membuat nya menyerah, karena dorongan dari hati dan juga ke inginan nya yang mau menjadi bagian hidup dari Alfi. Reyhan berjalan meninggalkan Alfi, dengan niat mau mengambil cemilan dan minuman. nampaknya Alfi salah tanggap, ia mengira Reyhan bosan karena dari tad ia diamkan. "maaf, aku hanya gerogi saja. ini kali pertama aku dekat dengan pria." batin Alfi. "huh, perasaan apa ini. apa ini yang di namakan Cinta monyet, tapi dia kan sudah dewasa. dan aku Sebentar lagi juga sudah mau SMA. Ya Allah," guman Alfi lirih. Lima menit kemudian,. Reyhan datang kembali membawa dua gelas es jeruk dan 1toples cemilan. "hei, ini minum." kata Reyhan menyerahkan gelas berisi es. Alfi menerima pemberian Reyhan."Kayaknya aku salah deh nilai dia." batinnya. "oh ,iya. rumah kamu di mana, dek?" tanya Reyhan. "dek?" batin Alfi. "di jalan Cempaka, sama masjid enggak jauh kok" jawab Alfi semakin ke sini obrolan mereka saling menyambung. bahkan Alfi sudah tak se cuek pertama. malahan Alfi semakin cerewet saja. Hari hari berlalu. meskipun kerap mendapat hukuman dari sang ibu, namun tidak membuat Alfi kapok dengan pulang sore. ia semakin menjadi, lantaran sang kakak Azura, ia juga kerap kali pulang sehabis magrib namun tidak di marahi. Alfi belajar dari sang kakak, sehingga ia memutuskan untuk menirunya. satu dua Minggu, hubungan Alfi dan Reyhan semakin akrab. bahkan Reyhan sudah berani mengantarkan Alfi untuk pulang, meski awalnya di tolak oleh Alfi namun Reyhan tetap bersikukuh mengantarkan. Untung saja kedua orag tua Alfi tidak ada Dirumah. jadi Alfi tidak takut untuk di marahi. Minggu berganti bulan, dan bahkan kini sudah sampai di puncak kelulusan Alfi dan teman-teman nya. Alfi dan kawan-kawan berencana merayakan kelulusannya di pantai. tentu saja dalam pengawasan guru. singkat cerita, mereka telah sampai di pantai. mereka semua bergembira ria, saing mencoret baju satu sama lain. hingga tak terasa waktu sudah menjelang sore. Alfi dan yang lainnya pun pulang. sesampai nya dirumah, Alfi di hadang oleh ibunya dan Azura. nampaknya mereka sangat marah, apalagi melihat baju Alfi yang penuh dnegan coretan. "Bagus ya!......
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD