pergi jauh

1010 Words
singkat cerita, mereka telah sampai di pantai. mereka semua bergembira ria, saing mencoret baju satu sama lain. hingga tak terasa waktu sudah menjelang sore. Alfi dan yang lainnya pun pulang. sesampai nya dirumah, Alfi di hadang oleh ibunya dan Azura. nampaknya mereka sangat marah, apalagi melihat baju Alfi yang penuh dnegan coretan. "Bagus ya!" seru sang ibu. "maaf,Bu!" hanya itu yang terlontar dari mulut Alfi. "kamu pikir ini baik, hah? kamu ini harusnya bisa berpikir dewasa. anak gadis jam segini baru pulang. udah pinter cari uang apa, hah?" maki sang ibu. Dengan pasrah Alfi menerima semua pukulan yang ibunya layangkan. bahkan Alfi sampai terbentur dinding rumahnya. namun itu tak membuat sang ibu merasa iba. saat Azura ingin melempar vas bunga, saat itu juga Ken dan ayahnya tiba. "berhenti!" teriak Ken dengan penuh amarah. sontak ibu Mira dan Azura merasa takut. "gimana, Bum" bisik Azura "sudah tenang saja," jawab ibunya. Ken lalu memeluk sang adik, dan membawanya masuk kedalam kamar. tak lupa Ken mengobati luka sang adik dengan teliti. setelah di rasa cukup, Ken meminta Alfi untuk istirahat. "istirahat lah, tenang saja ada kakak." kata Ken mengelus pucuk kepala Alfi. "kak, aku takut. hiks... hiks...." ucap Alfi yang menangis. "kamu tenang saja, ada kakak di sini.". Ken memenangkan Alfi. "kak, kau mau ikut kakak saja." kata Alfi memohon "dengarkan kakak, kamu akan baik-baik saja. sekarang istirahat lah. kakak mau menemui ayah dulu." ucap Ken yang lalu di turuti oleh Alfi Ken keluar dari kamar Alfi dan menuju ke ruang tamu, di mana di sana sudah ada sang ayah, ibunya dan Azura. "duduklah Ken." pinta sang ayah. Namum Ken menolaknya. "aku tidak akan duduk, aku hanya ingin bertanya dengan kalian." kata Ken "alangkah baiknya jika kamu duduk dulu Ken." kata sang ayah kembali. bisa Ken lihat jika ibunya kini tengah ketakutan begitu juga dengan Azura. "ibu! aku heran dengan mu. sebenarnya apa bedanya Azura dengan Alfi? kenapa engkau selalu membedakan mereka berdua, hah? bukankah Alfi juga anakmu? kenapa? kenapa harus Alf yang selalu di siksa, kenapa tidak Ken saja. dari dulu Ken diam, Bu. tapi kelakuan ibu selalu sama saja pada Alfi. jawab Bu." teriak Ken. "ayah juga ingin bertanya seperti itu, kenapa selalu Alfi yang kau salahkan, dan azura yang kau bela-bela. apa bedanya mereka berdua?" kali ini sang suami yang bertanya. "jelas dia bedalah, dari kecil kau selalu memanjakan nya. apa-apa selalu Alfi, lalu Azura! dia dapat apa? kasih sayangmu saja tida pernah mau berikan padanya, selalu saja Alfi yang kau utamakan.apa aku salah jika aku ingin membahagiakan Azura juga." jawabnya dengan berderai air mata. "bukan begitu caramu, Bu. itu salah, jika Alfi kecil di manja oleh ayah apa salahnya? bukankah Azura juga pernah seperti itu! Azura kecil juga selalu di manja oleh ayah. ayah hanya memberi ke Adilan untuk anak-anak nya. ibu saja yang matanya di buta kan oleh kecemburuan." gertak ken. "sudah, aku tidak ingin mendengar alsan lagi dari ibu. aku akan mengirim Alfi ke Kota B. dia akan di rawat oleh Tante. aku sudah membicarakan ini sebulan yang lalu. dan ayah, aku harap ayah memberi izin Alfi untuk pergi ke kota B." kata Ken menatap ayahnya. "jika itu yang terbaik untuk Alfi, ayah akan memberi izin." jawab ayahnya. "Kakak selalu saja Alfi yang di utamakan. lalu aku gimana?" tanya Azura. "kau tanya saja dengan ibumu. yang selalu memanjakan mu itu." jawab Ken ketus. "kak, Alfi itu emang bandel, wajar saja ibu memberinya hukuman. dia saja baru lulus SMP sudah berani coret-coret baju, dan asal kakak tahu, dia sering pulang telat. jadi alasan ibu memarahi nya bukan karena masa kecil saja." ucap Azura dengan nada tinggi. "lalu apa bedanya denganmu,hah? kau dulu bahkan lebih parah dengan Alfi. kau saja menyembunyikan baju SMP mu Dirumah temanmu kan, kau juga sering pulang sore, padahal kau bawa kendaraan sendiri. lalu kalian menyalahkan Alfi? kalian apa tidak memikirkan Alfi yang sejak masuk SMP tidak pernah kau kasih tumpangan. dia selalu menaiki angkutan umum untuk sampai d sekolah, lalu apa sala jika Alfi ingin memiliki teman! dia juga manusia yang buruh berinteraksi, sama seperti kamu. tapi asal kamu tau, Alfi masih punya batasannya. tidak sepertimu!" ucap Ken panjang lebar, "Azura!" lirih snag ibu. "enggak bener Bu, kak Ken hanya membela Alfi saja itu. semua yang di katakan dia bohong." bela azura. "terserah!" kata Ken penuh penekanan. Ken pun kembali ke kamar Alfi, "bereskan semua bajumu. ikut aku pergi." kata Ken saat melihat Alfi menangis. "kita mau kemana ka?" tanya Alfi. "sudah, turuti saja aku. cepat bereskan apa yang akan kau bawa." titah Ken kembali. setelah selesai mengemas barang, Ken mengajak Alfi untuk keluar kamar. "aku akan membawa Alfi ke kontrakan ku untuk sementara waktu " kata Ken saat smapai di ruang keluarga. "tapi Ken. Alfi masih tanggung jawab ayah." sahut sang ayah. "aku sanggup memberinya uang, aku permisi." pamit Ken menarik tangan Alfi "ayah, ibu.. Alfi pamit" kata Alfi tanpa bersalaman ******* Singkat cerita kini Alfi sudah satu bulan di kontrakan sang kakak, dia membantu sang kakak membereskan kontrakan dan pekerjaan Ken. Alfi juga di bolehkan untuk berkunjung ke rumah teman-teman nya. bahkan Alfi sekarang di belikan ponsel oleh Ken. meskipun bekas, tapi Alfi sangat beruntung. "Al, nanti kakak enggak pulang z kamu beli saja makannya." kata Ken menyerahkan selembar uang 50 ribuan 1. "kenapa enggak pulang kak?" tanya Alfi. "ada lemburan. oh, ya. Minggu depan kami sudah harus berangkat ke Kota B. kata Tante sudah dapat sekolah yang cocok buat kamu." kata Ken mengelus pucuk kepala Alfi "iya,kak. makasih ya?" kata Alfi. "kamu itu sekarang tanggung jawabku. sudah sana mandi, aku mau berangkat " Alfi mengulurkan tangan untuk bersalaman dnegan sang kakak. selepas keberangkatan sang kakak, Alfi lekas membersihkan diri. setelah selesai, Alfi mengambil ponsel nya dan mengirim pesan pada Aulia. (Aul, jemput aku di kontrak kakak ku ya. aku tunggu!, aku mau ngomong penting.) pesan pun terkirim dan mendapat balasan. Alfi bersiap diri. menunggu sekita 20 menit, akhirnya Aulia datang. "mau ke mana kita?" tanya Aulia "ngumpul di rumah kamu saja, aku tadi juga sudah mengirim pesan pada jihan." kata Alfi. "siap, gas....." kata Aulia. . . . . .
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD