Berpamitan

1127 Words
Singkat cerita kini Alfi dan Aulia sudah sampai di kediaman Aulia. di sana nampaknya Jihan sudah menunggu. nampaknya di rumah Aulia sangat ramai. "Aul, reme banget di rumah?" tanya Alfi. "heh,iya. aku lupa ngasih tahu kamu. di dalam ada kak Lean dan teman-temannya. oh ya kamu sering ditanyakan oleh kak Reyhan loh. dia juga ada di dalam tuh." kata Aulia Alfi dan Aulia menghampiri Jihan yang tengah bersantai di teras samping dengan menikmati secangkir es teh kesuakann Jihan. "hai..." sapa Alfi mengagetkan Jihan. "eh, bestie ki akhirnya ketemu.juga." kata Jihan memeluk Alfi. "Labay ah, " kata Alfi melepas pelukan Jihan. "biarin wkwkwk." jawab Jihan menjulurkan lidahnya nampaknya ketiga sahabat itu tengah melepaskan masa rindu nya. mengobrol bahkan saling mengejek. tak lupa juga Alf menceritakan kejadian beberapa saat yang lalu pada sang sahabat. dilain tempat, Reyhan nampaknya masih mengamati Alfi dan sahabatnya. "satu bulan enggak ketemu saja rasanya rindu banget." batin Reyhan. Reyhan Sedikit menguping pembicaraan mereka bertiga,. hingga akhirnya Alfi membuka suara. "Aul, Ji. aku mau ngomong sesuatu sama kalian." kata Alfi. "serius amat sih, Al. santai saja lo." sahut Jihan. "ini serius. aku mau bicara serius." jawab Alfi tegas. "ma ngomong apa emang?" tanya Aulia. "aku akan di kirim ke kota B untuk menyelesaikan sekolah ku. kemungkinan Di sana lama, aku harap kalian engga melupakan aku saat aku pulang nanti." kata Alfi dengan mata berkaca-kaca. "Al, kamu serius? ini prank kan?" tanya Aulia memastikan "iya Al, ini pasti bohong. enggak mungkin kali orang tua mu menyetujui itu." sahut Jihan tak percaya. "ini kemauan kak Ken, dia memintaku untuk ke sana. dan di sana aku ikut dnegan Tanteku, kebetulan Tante ku enggak punya anak, jadi aku di suruh tinggal dengannya." jelas Alfi lagi semetara di sisi Reyhan, ia nampak syok dengan apa yang ia dengar. pasalnya hari ini ia berniat akan menembak Alfi di depan semua teman-teman nya. Namum sepertinya niatnya akan di urungkan. bruk Reyhan kemas dan terjatuh, hingga membuat ketiga wanita itu menoleh. "kak Rey!" teriak Alfi cemas. Alfi lalu berlari menghampiri Reyhan yang terjatuh. dengan cemas ia segera memanggil semua orang. "Aulia, Jihan!" teriak Alfi. lalu semua orang keluar menuju sumber suara, begitu juga Aulia dan Jihan langsung menghampiri Alfi. "kak, kakak gak apa-apa kan?" ucap Alfi menggoyang kan tubuh Reyhan. "Reyhan kenapa, Al?" tanya Lean. "enggak tahu kak, tiba-tiba dia jatuh." jawab Alfi cemas. "ayo bawa Reyhan masuk" titah lean pada teman-temannya setelah di bawa masuk, Reyhan di beri minyak angin. dan dioleskan di bagian hidung dan telinga. lima menit berlalu, Reyhan akhirnya sadar dari pingsannya . "kamu sadar, Rey?" tanya Lean. "aku kenapa?" kata Reyhan memegangi kepalanya. "kamu tadi pingsan. apa yang kamu pikirkan Rey?" Tanya Lean kembali. "iya, Rey. kamu sakit?" tanya Rio "aku gak apa-apa, kelelahan mungkin." jawab Reyhan. "jangan bohong Rey, kamu sedang ada masalah?" timpal Aska. "aku enggak apa, bro. santai saja. ini efek lelah saja Kan kemarin habis main voly." ucapnya mengeles. tiba-tiba Alfi datang membawa samangkuk bubur untuk di berikan pada Reyhan. "kak, makan dulu. aku buatkan bubur.* kata Alfi "ekhem... bubar yuk..." kata Rio yang mulai berjalan pergi pada akhirnya semua orang pun bubar, termasuk Jihan dan Aulia yang baru saja ingin masuk ke ruang tamu. "kita biarkan mereka dulu, Ji." kata Aulia menarik Jihan. sepeninggalan teman-teman nya, Reyhan dan Alfi menjadi canggung. "kak, makan!" kata Alfi "i-iya, kamu masak sendiri?" tanya Reyhan. "enggak, tadi dibantu sama Aulia dan Jihan." jawab Alfi jujur. "makasih ya?" kata Reyhan mengambil bubur itu lalu memakannya. "pelan-pelan kak, masih panas." kata Alfi "heheh, iya. " jawab reyhan. setelah menghabiskan bubur itu, Reyhan dan Alfi ngobrol iseng-iseng. "Al, aku tad dengar kamu mau ke kota B, benar itu?" tanya Reyhan "iya, kak. aku di suruh kak Ken ke sana." jawab Alfi "apa aku boleh bertanya satu hal lagi?" tanya Reyhan lalu di angguki oleh Alfi "apa aku boleh menjadi bagian dari hatimu?" tanya Reyhan. "maksud kakak?" Alfi kembali bertanya karena ia tidak paham kemana arah pertanyaan Reyhan. Reyhan nampaknya gugup saat ingin mengatakan kesungguhan hatinya. "maksud ku, sebelum kamu pergi apa boleh aku menjadi kekasihmu. jujur Al. aku menyukaimu sejak kita pertama bertemu. dan aku ingin memulai hubungan pacaran dengan mu, apa kamu mau jadi pacarku?" kata Reyhan dengan deru jantung membara. "apa kak Rey serius? tapi kita beda kota kak nantinya." jawab Alfi. "aku siap, Al. asal kamu sudah jadi milikku. dan aku janji setelah aku lulus, aku akan mendatangi mu. kebetulan aku memiliki saudara juga di sana." kata Reyhan "jujur kak, aku juga memiliki rasa yang sama." jawab Alfi "lalu apa kau mau jadi kekasihku?" tanya Reyhan memastikan. Alfi hanya mengangguk sebagai tanda mau. spontan saja, Reyhan memeluk Alfi. dan tanpa sadar, Reyhan mencium bibir mungil Alfi. Bahkan ciuman itu berubah menjadi lumatan-lumatan kecil. Alfi yang belum paham akan ciuman itu hanya menerima nya pasrah. "ekhemmmm....." secara bersamaan, suara deheman itu terdengar sangat nyaring. Alfi dan Reyhan melepas ciuman mereka. "inget woy, masih sekolah." ledek lean. Reyhan hanya menggaruk kepalanya malu. sementara Alfi hanya tertunduk sembari memegangi bibirnya. "kayaknya ada yang mau makan-makan, nih." sahut Jihan mengulas senyuman lebar. "iya, nih. Ayuk gasken ah," balas Aulia tanpa pikir panjang, Reyhan segera mengeluarkan uang 5 lembar seratusan. ia memberikan pada Aulia untuk memesan makanan yang banyak. kini semua orang pun bubar dan tinggal alfi dan Reyhan saja . "makasih ya, udah mau jadi kekasihku." kata Reyhan memeluk Alfi "aku juga makasih, kak." jawab afli. lalu Reyhan kembali mencium bibir mungil Alfi lagi. ******** Singkat cerita kini Alfi sudah siap-siap berangkat ke kota B. dia diantar oleh Ken dan sang ayah di terminal. "Ayah, kakak. aku berangkat dulu ya. salam kan pada ibu da kak azura. kalian jaga dir baik-baik ya. Alfi pamit." Alfi memeluk ayahnya,lalu beralih ke kakanya. "kamu hati-hati di sana, segera kabari jika sudah sampai, jangan nakal nakal ya." kata Ken dengan mata mulai berkaca-kaca, Ken merasa sedih karena harus berpisah dengan adiknya. begitu juga dengan sang ayah. "inget, belajar yang serius. jangan macem-macem." timpal sang ayah. Dari kejauhan nampak Aulia dan yang lainnya. di sana juga ada Reyhan dan teman-temannya. Alfi mengalihkan pandangannya, ia terharu akan kehadiran teman-temannya. "kalian?" Tanya alfi. Aulia dan Jihan memeluk Alfi dengan erat. sesekali mereka juga terisak dengan tangisan. "Alfi, kamu jaga diri baik-baik ya, Jangan lupa sering bertukar kabar dengan kita, kita akan selalu menunggumu pulang." kata Aulia menghapus air matanya. "kalian sahabat-sahabat ku,.mana mungkin aku lupa menghubungi kalian." kata Alfi yang menitihkan air matanya. nampaknya Reyhan hanya mengulas senyum di belakang Aulia. karena ada kakak dan ayah Alfi, ia mengurungkan diri untuk mendekat. ia.lebih memilih untuk menjaga jarak, setelah bus sampai, Alfi berpamitan dengan semua orang. ia memeluk ayah dan kakaknya, juga memeluk Aulia dan Jihan. semetara yang lain hanya bersalaman. sampai di titik nya ia akan bersalaman dengan Reyhan. "Hati-hati, jaga diri jaga hati. ingat aku selalu menunggumu.....
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD