sampai

941 Words
setelah bus sampai, Alfi berpamitan dengan semua orang. ia memeluk ayah dan kakaknya, juga memeluk Aulia dan Jihan. semetara yang lain hanya bersalaman. sampai di titik nya ia akan bersalaman dengan Reyhan. "Hati-hati, jaga diri jaga hati. ingat aku selalu menunggumu. dan setelah lulus nanti aku akan menyusul mu ke sana." kata Reyhan lirih. "makasih ya," jawab Alfi singkat. kemudian Reyhan mengambil sesuatu dari balik jaketnya. "ini, simpan lah." Reyhan memberikan kotak Mirah berbentuk hati pada Alfi. Belum sempat menjawab, Aldi sudah di panggil sang kaka. "Alfi, sudah siap. cepat masuk, keburu berangkat busnya." kata Ken memanggil "ah, iya kak. semuanya aku berangkat ya. bye..." tak lupa Alfi menerima kotak dari Reyhan. Bus pun berjalan. Ken dan orang tuanya pun berpamitan pada teman-teman Alfi. "semuanya, kami pulang dulu ya. terima kasih sudah mau mengantarkan Alfi." kata ayah Alfi. "iya, Om sama-sama." jawab semuanya. meskipun di mereka semua bukan seumur dengan Alfi, tapi bagi mereka Alfi adalah anak yang humble dan asik. sepeninggalan Ken dan ayah Alfi, Reyhan nampaknya masih tertunduk sedih. ini baru kali pertama menjalin hubungan jarak jauh. ******** Malam sudah tiba, kini Alfi sudah berada di terminal kota B. di sana ia sudah di tunggu oleh Om Andri, suami dari Tante Meli. "Shanum ya?" tanya Om Andri. "iya, Om. saya Shanum." jawab Alfi. "yaudah ayo naik mobil. ini sudah malam." ajak Om Andri membukakan pintu mobil. Alfi masuk kedalam mobil dan Om Andri dengan siap melajukan mobilnya. diperjalanan Alfi dan om Andri banyak bercerita. "oh jadi kamu kalau di sana panggilan nya Alfi." kata om Andri "iya ,Om. tapi kalau mau di panggil Shanum juga enggak apa-apa,Om." jawab Alfi "baiklah, tapi menurut om ya. bagusan Shanum lah. kalau Alfi kaya anak laki-laki. hehehe.." jawab om Andri "ya kalau mau di panggil Shanum aku juga mau kok om. biar lebih beda gitu." kata Alfi " iyalah, Shanum itu bagus Lo... yaudah sekarang om panggilnya tetap Sahnun ya ... "iya om... tak terasa perjalan mereka sudah sampai di kediaman Tante Meli. "ini sudah sampai, Num. ayo turun." ajak Om Andri. Alfi pun segera turun dari mobil, ia memperhatikan sekeliling rumah yang berpagar dinding itu. rumahnya besar tidak seperti yang ia bayangkan. awalnya Alfi memikirkan jika rumah sang Tante itu kecil dan sempit, namun pikirannya tidak sesuai dengan kenyataan. Om Andri mengajak Alfi masuk, di dalam tante meli sudah menunggu mereka berdua. setelah kedatangan Alfi, tante Melly lalu berjalan ke arah Alfi dan memeluknya. "Shanum?" kata Tante Meli yang langsung memeluk Alfi. "kamu apa kabar? sudah lama kita tidak bertemu. terakhir ketemu waktu usiamu masih 2 tahun. " kata tante Meli yang melepas pelukan nya. "alhamdulillah, kabar baik Tan. tante sendiri gimana kabarnya sehat kan?" tanya Alfi "alhamdulillah tante juga sehat. ayo Tante antar kamu ke kamar, ini sudah malam lebih baik kamu istirahat dulu besok baru kita ngobrol lagi." kata tante meli lalu mengajak Alfi untuk masuk ke kamar yang sudah disiapkan untuknya. pertama kali yang Alfi lihat kamar itu nampak lebih besar dari kamarnya dulu. interior dan perabotnya pun lebih lengkap dibanding kamarnya dulu. di sini Alfi merasa diratukan, sedangkan di rumahnya dulu ia merasa menjadi orang asing. terlihat dari kasurnya saja, ukuran yang sangat besar bagi dia. di kamar itu juga dilengkapi AC, meja belajar, di dalamnya juga sudah ada kamar mandi. bahkan di sana sudah ada lemari pakaian yang beserta isinya. Alfi merasakan inilah kenikmatan hidup yang dianggap. "Tante, ini semua buat aku?" tanya Alfi terharu. "iya sayang, ini semua tante siapkan untukmu." jawab Tante meli "terima kasih Tante," Alfi memeluk tante meli dengan erat. pelukan itu mampu membuat Alfi menangis tersedu-sedu. ini baru pertama kalinya ia merasakan kamar yang sesungguhnya. "Shanum, kenapa kamu menangis?" tanya tantenya. "shanum bahagia tante, terima kasih banyak tante." katanya yang sudah tidak mampu berkata-kata lagi. "sudahlah, tidak usah dipikirkan lagi. yang lalu biarlah berlalu, sekarang kita jalani hidup yang baru. buktikan jika kamu mampu, jangan pernah menoleh ke masa lalu." titah tante meli pada shanum. "aku akan mencobanya tante. doakan aku."pinta shanum pada tantenya. "tanpa selalu mendoakan yang terbaik untukmu. sekarang istirahatlah. besok kita lanjut ngobrolnya." ucapnya lalu ia berjalan keluar dari kamar shanum. sepeninggalan tante meli, shanum mengambil ponselnya. ia melihat beberapa panggilan dari Ken dan Aulia. "kakak!" pikir alfi. ia pun kemudian menghubungi Ken, namun tidak ada jawaban dari Ken. Alfi pun memutuskan untuk mengirim pesan singkat saja. [kak, aku sudah sampai tempat tante meli.] kemudian ia beralih menghubungi Aulia. "halo, Aul."siapa Alfi setelah panggilan itu tersambung. (Al, kamu sudah sampaikan?) tanya Aulia "sudah, Aul. ini juga baru sampai dan mau istirahat dulu. kamu di sana yang rajin ya belajarnya kita ketemu setelah lulus SMA" kata Alfi dengan penuh senyuman. (baiklah aku mah kamu istirahat saja dulu. besok kita lanjutkan lagi ya? jangan lupa untuk selalu memberi kabar ke aku dan Jihan.) pinta Aulia pada Alfi. "siap! kalau begitu aku istirahat dulu ya. bye.." kata Alfi berpamitan. panggilan pun diakhiri. kemudian Alfi menaruh tasnya di atas meja belajar. saat ia menaruh tas di atas meja, tiba-tiba ia teringat barang pemberian Reyhan tadi. Alfi segera membukanya. betapa terkejutnya Alfi, saat membuka kotak pemberian Rehan tadi. "ini.... cincin...." guman Alfi. "untuk apa?"tanyanya dalam pikirannya. tanpa pikir panjang, Alfi pun menghubungi Reyhan. Untung saja mereka sudah bertukar kotak saat itu. namun saat ia memanggil nomor Reyhan, iya tidak mendapat jawaban. akhirnya Alfi mengirim pesan lewat aplikasi hijau di ponselnya. [- kak, kenapa aku telepon tidak dijawab? sedang sibuk atau gimana? -kak aku sudah sampai. -oh ya, maksud kakak memberiku cincin untuk apa? _ayolah kak bales.] setelah mengirim pesan itu, Alfi membaringkan tubuhnya di atas kasur. sembari menunggu balasan pesannya dari Reyhan, Alvfn membuka aplikasi tok tok di ponselnya. . . .
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD