95. Pesan Pertama

1183 Words

“Dih, sejak kapan dosen ini jadi lebay kayak gini?” gerutu Alula sambil memutar bola mata. “Sejak tadi menghalalkanmu, menyebut namamu atas nama Allah. Kamu itu candy, manis, dan bikin candu.” Lutfan mendekatkan lagi tubuhnya. “Sana keluar.” Alula mendorong suaminya agar menjauh. Lutfan tertawa kecil. “Oke, Sayang. Cepat ganti baju, kita lakukan prosesi acara selanjutnya.” Lutfan mengecup sekilas pipi Alula, lalu berjalan membuka pintu. Tak lupa ia menyambar tisu untuk membersihkan bibirnya sebelum benar-benar keluar. Bisa-bisa dicie-cie semua orang kalau tahu bibirnya penuh lipstik. Sementara Alula masih mematung bersandar pada dinding. Ia mengerjap beberapa kali karena serangan yang membuatnya senam jantung itu, lalu memegangi pipi dan bibir. Sampai tidak sadar mertuanya datang dan m

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD