96. Mengungkap Alasan

1612 Words

Lutfan mendekat, lalu menarik sang istrinya agar lekas masuk. Lantas, mengunci pintu. “Kenapa teriak?” “Bapak nggak pakek baju!” “Tapi pakai sarung, ‘kan?” Alula mengangguk, belum membuka wajah. “Tapi tetep aja horor!” Lutfan tergelak. “Sekarang sudah pakai baju. Kamu bisa buka.” Perlahan, Alula membuka telapak tangannya dan benar, Lutfan sudah berpakaian lengkap. “Niat banget ngerjai saya! Saya keluar ajalah.” Alula bersiap keluar kamar, tetapi Lutfan berhasil menarik tubuh istrinya. “Nggak boleh keluar. Bersihkan cepat mekapmu, mandi, lalu kita salat. Mas juga batal lagi wudhunya karena nyentuh kamu." Alula mengangguk. Dengan micellar water yang dibawa, ia mulai membersihkan mekap di meja rias milik Lutfan. Setelah itu mandi dan berwudu. Bersama Lutfan, Alula berjamaah salat

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD