Azan Subuh mulai bersahutan, menjadi alarm alami untuk Alula. Ia membuka mata saat ruhnya sudah terkumpul sempurna ketika bangun tidur. Ia sedikit terlonjak ketika ada tangan melingkar di perutnya. Wanita itu mengingat-ingat dan baru sadar kalau sekarang telah bersuami. Dengan hati-hati, Alula melepaskan diri dari tangan itu. Ia lantas berdiri dan meraba kepala. Hijab sudah terlepas jarumnya. Lalu merasakan inti tubuhnya. Tidak terasa apa-apa, tidak perih. Ia mendes*h lega. Itu artinya, Lutfan semalam belum menjamahnya. Alula langsung menuju kamar mandi dan membersihkan diri. Setelah memakai baju, hijab, dan mukena lengkap, ia baru membangunkan Lutfan. Wanita itu belum siap melepas hijab jika di hadapan suaminya. “Mas, bangun!” Alula menggoyang tubuh Lutfan, berpenghalang kain mukena hi

