98. Ampun, Kapten!

1318 Words

“Habis itu apa?” todong Alula lagi ketika sang suami masih diam. Lutfan hanya mengedipkan mata. Setelah sarapan, Lutfan pamit kepada Nur untuk pergi berdua dengan Alula. Tentu saja wanita paruh baya itu mengizinkan. Asal tidak jauh-jauh karena pamali pengantin baru langsung pergi jauh. “Kita mau ke mana, Mas?” tanya Alula ketika ia digandeng Lutfan keluar rumah menuju garasi. “Ke suatu tempat agar kita bisa leluasa berduaan, nggak diganggu orang.” Lutfan menuju Pajero Sport warna hitam dan membukakan pintu untuk istrinya. Alula tersenyum, lalu masuk. Beberapa saat kemudian, Lutfan duduk di kursi kemudi. Keduanya melenggang ke jalan raya. “Ikut Mas dulu ke kampus. Mau presensi dan ngasih tugas ke anak-anak.” “Nggak ambil cuti?” “Enggak. Cutinya nanti habis resepsi. Ini hari Sabtu, b

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD