87. Mimpi

1651 Words

Alula betul-betul tidak bisa memejamkan mata. Daripada hanya menggulir ponsel tidak jelas, ia bangkit menuju kamar mandi untuk mengambil wudu. Gadis itu akan melakukan salat istikharah untuk memantapkan hati dengan ajakan Lutfan berumah tangga. Setelah membentangkan sajadah, Alula mulai salat. Ia benar-benar berserah. Ia adukan gundah dan masalah. Tidak lupa ia bersujud begitu lama untuk meminta petunjuk dan arah. “Allah, sudah banyak yang terjadi dan semua itu mungkin bentuk untuk hamba mendewasakan diri. Hamba tidak minta terlalu muluk-muluk. Cukup berikan apa yang menurut-Mu terbaik untuk hamba. Entah itu masalah rezeki, jodoh, atau maut. Hamba berserah. Hamba hanya seorang sahaya yang menurut apa kehendak-Mu.” Setelah merasa pusing, Alula bangkit dan mengakhiri sujudnya. Ia melepas

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD