86. Ketularan

1257 Words

“Kalau kami tidak mau menerima syarat itu?” tanya Lutfan santai. “Itu artinya jangan harap saya sudi memberikan sampel saya untuk tes DNA. Apalagi menjadi wali untuknya.” Bibir Jasman tertarik sebelah sambil menunjuk Alula yang menunduk. “Dia perempuan, sudah pasti membutuhkan saya sebagai wali nikah. Jadi, pilihan ada di tangan kalian. Saya juga sudah menawarkan penawaran terbaik.” Lutfan tersenyum. “Dan Bapak lupa, kalau wali nasab tidak mau menjadi wali nikah, bisa digantikan dengan wali hakim?” “Itu tidak akan sah selama wali nasab masih hidup!" “Bapak lupa lagi? Kalau Bapak pun meragukan Alula. Jadi, belum tentu Alula putri Bapak, ‘kan?” Jasman terdiam. “Apakah Bapak keberatan dengan biaya tes DNA? Kalau iya, biar saya yang menanggung." "Bukan masalah itu. Uang bagi saya urusa

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD