85. Kecuali

1432 Words

“Dih, dasar dosen ca*bul! Turunin nggak? Aku akan teriak kalo nggak diturunin!” Alula memukul punggung Lutfan. Lutfan terbahak-bahak. “Dasar anak kecil pikirannya udah ngeres! Kamu kira check-in apa? Hotel?” “Kecil Bapak bilang? Jadi Bapak ini pedo*fil? Maksa anak kecil nikah sama Bapak? Dasar bujang berkarat.” Tawa Lutfan makin renyah. "Bercanda, Alula. Saya nggak mungkin ngajak check-in. Karena saya nggak mau merusak wanita saya." "Dih! Sembarangan mengklaim saya wanita Bapak." "Ya, memang begitu." Perjalanan dari kota ke panti, mereka terus berdebat. Ada banyak hal yang mereka perdebatkan sambil berkendara. Angin malam menguping, aspal hitam menjadi saksi percakapan keduanya. Begitu tiba di panti, Nur dan Jannah menyambut di teras. Setelah Alula turun dari boncengan, Nur langsun

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD