"Naya, sudah sampai." Sebuah suara bersamaan dengan tanganku yang ditarik perlahan membuatku membuka mata. Ini benar-benar rekor! Aku tertidur sepanjang perjalanan pulang dari tempat makan tadi. Dan satu hal yang paling mencengangkan yaitu aku tertidur pulas di punggung Bima, sambil tanganku memeluk tubuhnya dari belakang dengan erat. Kurasa aku sudah nggak waras. "Oh...iya," sahutku terbata bukan karena kaget, tapi karena malu. Aku nggak habis pikir bagaimana aku yang sombong ini bisa tidur sambil memeluk tubuh Bima. Ini benar-benar nggak masuk akal. Kurasa tadi rohku berganti dengan roh orang lain. Itu pasti bukan aku, nggak mungkin aku merendahkan harga diriku di depan Bima seperti ini. "Aku kembali ke kamar dulu," ucapku pura-pura masih mengantuk. Padahal saat ini aku sudah seratus

