Sekitar jam delapan malam kami sampai dirumah, bersamaan dengan Tante Maya yang baru saja turun dari mobilnya. Dani jalan duluan sambil memegangi perutnya aku khawatir takut dia masuk angin soalnya nggak pake jaket semua isi perutnya udah terkuras habis karena muntah tadi. "Kalian dari mana?" tanya beliau. "Habis jalan-jalan Tante." jawabku masih sempat nungguin Tante buat masuk barengan. "Tante bawain sate tahu, nih Dani suka." ucap Tante Maya menyerahkan bungkusan plastik itu kepadaku. "Tante... emang Dani takut naik bianglala?" tanyaku. Tante Maya gak bisa nahan ketawa. "Iyaaaa dari kecil dia nggak mau naik gituan, Tante pernah pingin bangettt karena liat temen-temenya pada naik, Tante paksa lahhh turun dia mabok muntah-muntah sambil nangiss." jaw

