Aku turun dari mobil dan melenggang menuju kamarku lalu mengunci kedua pintu kamar yang menghubungkan balkon dan rumah inti. "Dani bodohhhh... kenapa tega banget sih kamu..." ucapku sambil memukul-mukul boneka Cony yang tempo hari dia menangkan dari Timezone buat aku, puas memukulnya aku memeluknya sambil menangis. "Aku berharap terlalu tinggi padamu." ucapku pada boneka itu. "Tapi dengan mudahnya kamu menghancurkan semuanya." lanjutku. Sya.... Kemudian berkali-kali kudengar suara ketukan di pintu. Aku sama sekali tak menghiraukan panggilannya, kutelungkupkan wajahku ke balik selimut lalu tertidur dengan mata yang masih bengkak. Aku terdengar saat kudengar pintu diketuk dengan kencang dan teriakan Vika memanggilku namaku. "Iya Vik... be

