Setelah memutuskan sambungan telfonnya, Clara pun melanjutkan aktivitasnya untuk mengeringkan rambut. Baru saja beberapa menit Clara melanjutkan aktivitasnya, suara lengkuhan Revan pun terdengar. "Eungh, bunda." panggil Revan diiringi dengan suara lengkuhannya. Clara pun sontak menoleh, dia segera mematikan hair dyrier miliknya. Dia segera mendekati Revan yang masih terbaring di kasur. "Iya sayang." balas Clara sambil duduk di kasur dan mengelus rambut Revan. Perlahan Revan membuka matanya, menampilkan sosok wanita yang berwajah rupawan. Senyuman Revan pun terbit seketika, Revan sangat senang dia bisa melihat sosok ibunya di dalam diri Clara. "Revan bangun yuk, mandi." ajak Clara sambil membelai lembut wajah Revan. "Iya bunda." balas Revan sambil bangun dari kasur king size nya. Cla

