Elica mencoba mencari kebohongan di mata Alex. Namun sayangnya dia tidak menemukan hal itu disana. Tidak terasa cairan bening dari mata Elica keluar. Wanita itu terharu dengan apa yang telah diucapkan oleh Alex. Dia sebenarnya masih belum percaya dengan tindakan Alex sekarang. Entah kenapa bayangan masa lalu mereka selalu menjadi tembok penghalang untuk hati nya menerima pria itu. Tetapi perasaannya tidak bisa berbohong, jika dia juga sudah mulai mencintai Alex. "Alex.." "Ya Elica..." "Apakah kali ini aku bisa mempercayai mu?" "Aku tau kau masih ragu, tapi percayalah Elica. Demi tuhan dan demi mendiang ibuku, aku sangat mencintaimu. Bahkan jika kau menginginkan aku mati untuk membuktikannya aku rela Elica." Suara Alex terdengar parau, apalagi saat mata pria itu berkaca-kaca. Gurat

