Hari ini Bella melaksanakan kencan keduanya dengan seorang pria blasteran indonesia-korea dan teman kencannya yang sepenuhnya membayar biaya sewa kafe. Teman kencan Bella hari adalah seorang personal trainer di sebuah gym terkenal di indonesia.
Sewaktu Bella mendapat rekomendasi di aplikasinya untuk memilih pria yang mempunyai popularitas nyaris sempurna itu mengunakan fitur chat supaya bisa mengenal pria itu lebih jauh sebelum melakukan kencan. Pria yang mempunyai user Daniel_Lee itu memiliki tinggi badan yang sama dengan tinggi badannya pria itu yang mungkin menurut Bella tingginya hampir menyentuh bahunya.
Umur pria itu juga hampir sama dengan mantan pacarnya dulu. Tapi tidak ada salahnya Bella untuk mencoba mencari tahu seluk beluknya dulu, apakah dirinya cocok atau tidak. Di kencan keduanya ini, Bella berharap semoga kencannya akan berjalan lancar tidak seperti kencan pertamanya kemarin.
"Permisi Nona! Apakah kamu kamu yang Bella, user yang pernah mengirim chat itu kepadaku kemarin? Salam kenal namaku Daniel, senang bisa mengenal anda," ucap Daniel dengan sopan.
"Salam kenal Daniel. Senang bisa mengenalnya juga," ucap Bella dengan perasaan kaget karena pria itu datang dengan sepatu keras berwarna putih, celana ketat berwarna pink, jas berwarna hitam dengan kaos berwarna putih yang semuanya di padukan dengan sempurna dan rapi.
Bella juga merasa ada chemistry yang kuat antara Bella dan dirinya yang menurutnya sangat sopan. Benar dugaan Bella, badan pria itu cukup berotot serta atletis setelah Daniel melepaskan jasnya. Hidung Bella hampir mimisan, karena melihat semburat tubuh Daniel yang menonjol. Bella merasa bangkit selera dengan tubuh pria yang mempunyai urat yang sangat banyak, perut Sixpacknya, serta tato di salah satu lengannya serta d**a bidangnya.
"Pantas saja kamu mempunyai nilai popularitas yang sangat tinggi. Wajar saja pekerjaan kamu itu pada akhirnya membawamu pada bentuk tubuh yang sangat ideal. Kalau boleh tahu, sudah berapa lama kamu membentuk tubuh ideal seperti itu," ucap Bella. Sungguh, untuk kencan Bella ini, dia berbicara langsung ke intinya tanpa adapun basa-basi di sana sini.
"Aku sudah melakukan ini semenjak umurku masih muda. Menurutku, membentuk tubuh yang ideal adalah impian setiap pria. Lagi pula, pekerjaanku serta hobiku tidak seberapa menakjubkan dan sehebat pekerjaanmu," ucap pria itu kepada Bella. Suaranya memang sangat sopan, tipe pria inilah yang diinginkan oleh setiap wanita termasuk Bella. Pantas popularitas serta pengikutnya sangat tinggi sehingga banyak sekali orang yang ingin berkencan dengan dirinya.
Menurut pandangan Bella sekarang orang ini sangatlah good looking serta attitude yang sopan. "Astaga, kamu pria yang sangat berlebihan. Pekerjaanku sebagai seorang akuntan itu tidak seberapa menakjubkan seperti pekerjaan kamu sebagai seorang personal trainer seperti kamu. Pekerjaanku di kantor sangatlah menyita waktuku bahkan di hari libur pun aku tetap bekerja untuk membuat buku laporan yang sangat tebal. Berbeda dengan dirimu, jika ada klien yang memerlukan jasamu pasti tidak akan memakan waktu yang sangat banyak karena pada dasarnya kamu hanya melatih dan membantu mereka dalam berolahraga," ucap Bella kepada Daniel.
Bella sangat yakin kalau Daniel adalah jodoh masa depannya karena pembicaraan mereka semakin lama menambahkan sebuah chemistry. "Terus kenapa kamu memilih pekerjaan ini jika kamu tahu pekerjaan ini membuatmu merasa sangat tidak nyaman dan menyita waktumu?" tanya Daniel sambil melipat tangan ke dadanya.
"Itulah yang menjadi masalahnya. Karena aku orangnya dulu masih labil dalam memilih program studi yang terkesan ikut-ikutan sama teman-temanku, aku pada akhirnya terjebak dalam prodi akuntansi dan mau tidak mau aku harus menjalani semuanya bagai air mengalir. Dan kamu juga harus tahu, aku ini memang tipe wanita yang tidak terlalu pintar dam terkesan sedikit membosankan jika kamu pertama kalinya berbicara denganku," ucap Bella jujur kepada Daniel yang tampaknya menikmati pembicaraan ini.
Daniel pun juga memperlihatkan ototnya lengannya yang sangat berisi beserta uratnya yang sangat menonjol. Daniel pun juga menyuruh Bella untuk menyentuhnya yang langsung di sambarnya. Keras dan berisi, inilah definisi kedua pria impian milik Bella setelah sopan santun. Obrolan antara duo sejoli ini bagaikan air yang mengalir.
Kini, Bella sepertinya sudah mulai nyaman dengan Daniel begitu juga dengan Daniel yang juga sepertinya sudah mulai nyaman dengan Bella.
Bella berpikir kalau Daniel sudah menemukan tulang rusuknya melalui seorang Bella yang sangat cantik. Sungguh, pikiran Bella sudah malah traveling kemana-mana memikirkan hari esoknya bersama Daniel.
Awalnya, Bella agak sedikit risih dengan umurnya jauh agak lebih muda dengan Bella karena mengingatkan dirinya dengan mantan pacarnya. Itulah yang dipikirkan Bella sebelum akhirnya dia tahu bahwa pria ini sangat sopan. Ternyata, dengan buah kesabaran yang di pelajari oleh Bella melalui akun Esmeralda membawa sebuah tuaian yang semuanya telah terbayarkan semuanya.
"Ini adalah hasil dari latihanku kemarin, apakah kamu ingin sekali melihatnya," tawar Daniel kepada Bella. "Boleh saja, mana? Kalau aku boleh melihatnya," ucap Bella yang sepertinya akan mendapatkan sebuah makanan penutup seperti roti sobek.
Benar saja, seketika Bella pun hampir pingsan melihat foto yang yang di tunjukan oleh pria itu. "Tidak aku sangka, tubuh sexy milikmu berhasil memikat hatiku. Kalau boleh, boleh enggak aku meraba sedikit kemolekan tubuhmu yang indah itu," izin Bella kepada Daniel dengan balasan berupa senyuman.
"Astaga, kamu benar-benar wanita yang sangat nakal dan begitu menggairahkan." Kemudian, pria itu pun melepaskan jasnya dan membuka sedikit kaos putihnya yang sudah memperlihatkan perut sixpack miliknya di depan mata Bella. Bella yang sudah mulai sedikit bangkit selera pun mulai meraba perut yang sangat berisi kemudian Bella pun melanjutkan perjalanan tangannya yang nakal menelusuri setiap jengkal tubuhnya dari perut hingga ke d**a.
Sewaktu Bella sudah menyentuh d**a milik Daniel yang sangat lebar dan bidang itu, Bella sama sekali tidak bisa menahan kenakalan tangannya yang sudah mulai berulah itu. Maka, dia pun mengemut-mengemut titik kecil hitam milik Daniel yang pada akhirnya membuat Daniel terangsang seketika.
Sungguh, sentuhan lembut Bella membuat Daniel bangkit selera atas kenikmatan singkat itu. "Maafkan aku Daniel, tanganku ini sangat nakal, setelah pulang dari kencan ini, aku akan pulang dan memarahi tanganku ini agar tidak nakal," ucap Bella sedikit garing yang langsung dibalas Daniel dengan tawa.
"Terus apa hobi kamu dan bagaimana cara kamu menghabiskan waktumu jika kamu mendapatkan jatah libur?" tanya Edward.
"Hobi aku juga suka berolahraga, tapi aku jarang melakukannya apalagi pekerjaanku ini memakan waktunya, ya. Jadinya, aku tak punya waktu untuk itu. Kalau masalah menghabiskan waktuku di hari liburku sebenarnya agak sedikit membosankan dan mainstream. Seperti, menonton drama korea di waktu luang dengan camilan yang bisa menemaniku atau berselancar di media sosial dan kalau aku ada waktu aku sering juga melakukan percobaan memasak melalui youtube walaupun pada akhirnya hasilnya selalu gagal."
Malam sudah semakin larut, dan obrolan antara Bella dan Daniel semakin tidak mengenal waktu. Makanan serta minuman yang sudah di pesan oleh daniel sama sekali belum di sentuh oleh mereka akibat terlalu keasyikan mengobrol. "Kalau aku boleh tahu, apakah yang akan Kamu lakukan jika kamu mendapatkan pasangan yang cocok? Apakah kamu memacarinya atau membawa pasanganmu itu kedalam jenjang yang lebih serius."
Pertanyaan Bella ini terkesan terburu-buru yang semuanya keluar dari mulut Bella begitu. Bella merasa kalau pertanyaannya ini cukup lancang, tapi dia yakin pria ini akan setuju-setuju saja dan menjawab pertanyaan Bella yang mungkin sesuai ekspektasi atau tidak.
"Sepertinya aku belum memikirkannya sampai kesitu, lagi pula yang aku tahu dalam menjalin sebuah hubungan harus ada komitmen 'kan. Itulah sebabnya mengapa aku sangat selektif dalam memilih pasangan."
"Wow, tidak aku sangka. Pria sepertimu sangat selektif dalam memilih pasangan." benar apa yang dirasakan oleh Bella sekarang.
Pertanyaan yang dilontarkan oleh Bella sudah membuat seorang Daniel ilfeel. Bodohnya Bella sudah melakukan hal yang begitu konyol itu. "Tapi, menjawab pertanyaan yang mudah seperti ini mungkin aku bisa menjawabnya," ucap Daniel sambil meneguk jus yang baru di sentuhnya sekarang.
"Kalau boleh tahu, apa jawabanmu?" Bella penasaran.
"Tentu, jika aku mendapatkan pasangan yang cocok mungkin aku akan membawanya ke jenjang yang lebih serius. Itulah sebabnya, aku juga memantapkan diri untuk mengikuti keanggotaan seumur hidup di perkumpulan Perfect Dating+ dan sampai sekarang aku juga belum mendapatkan pasangan yang cocok sebelum bertemu dengan gadis sepertimu."
Bella yang hanya mengganguk saja akhirnya merasakan sebuah getaran cinta. Kini Bella merasa kencan keduanya akan segera berhasil dan tidak akan mengalami kegagalan lagi. Dan lagi, dia mendapatkan definisi pria idaman berupa pria yang jujur setelah atletis dam sopan santun.
"Saya ingin sekali mendapatkan pasangan hidup yang sangat cocok dengan diri saya dan bisa menerima saya apa adanya. Mungkin setelah kencan ini aku mungkin bisa membawamu ke jenjang yang lebih serius. Jujur, tujuan saya mendaftar aplikasi ini hanya untuk mendapatkan eksistensi diri. Tetapi, setelah berkenalan dengan pikiranku seketika berubah," ucap pria itu sembari memakan satu potongan daging asap yang baru disentuhnya.
Bella tidak menyangka pria ini merupakan paket premium yang sangat komplit bagi dirinya. Selain good looking, sopan santun, atletis dan jujur, pria ini juga sangat rendah hati.
Sekarang hanya ada satu kalimat yang sudah ditunggu Bella dan ingin Bella dengar dari bibir Daniel yang begitu s*****l itu yaitu 'maukah kamu menajdi istriku' itulah kalimat yang ingin Bella dengarkan.
Setelah memakan satu sampai tiga potong daging yang baru dimakannya, suasana seketika berubah menjadi serius setelah Daniel menatap Bella dalam-dalam.
Sepertinya ini adalah hari keberuntungan Bella setelah kencan pertama Bella yang gagal kemarin. Dia sudah membayangkan dirinya akan naik ke pelaminan bersama pria itu, pergi bulan madu ke Eropa, dan menikmati malam pertama bersama Daniel di sebuah hotel yang sangat mewah.
Sungguh, Bella tidak akan dijuluki sebagai gadis jomblo atau perawan tua oleh orangtua serta keluarganya. Bella akan mendapatkan pasangan hidup mulai hari ini.
"Mungkin, aku bisa melupakan kegagalan dalam bahtera rumah tangga yang pernah kujalani selama ini," ucap Daniel jujur dengan tatapan mata yang sangat serius.
"Mungkin, aku akan melepaskan masa jombloku, tentu saja aku ya---" Seketika mulut manis Bella seketika berhenti agar dia bisa mencerna kata-kata yang dilontarkan oleh Daniel itu 'kegagalan dalam bahtera rumah tangga' dia sama sekali tidak mengerti dengan kata-kata itu.
"Tunggu dulu! Apa maksud kata-katamu itu tadi?"
"Sebenarnya aku aku pernah menikah dan aku sudah 3 tahun menduda tanpa seorang anak."