Dahlia, Ajeng juga Satya telah sampai di depan rumah itu. Kini sang nyonya tengah memikirkan cara masuk ke dalam tanpa diketahui keberadaaan kembarannya oleh satpam. Jika hanya pembantu pasti sudah lama tertidur nyenyak. “Kamu ajak ngobrol aja deh, Pak, satpamnya itu. Terserah mau berapa lama. Nanti masuk ke rumah, bantuin saya masukin Dahlia ke lemari. Kita juga harus nyariin tempat sembunyi buat dia. Nggak mungkin ditaruh satu kamar, bisa ketahuan sama suami saya,” ucap Ajeng. Dahlia—yang kini berwajah sama dengannya melirik sesaat wanita itu. Belum apa-apa juga sudah timbul rasa cemburu di dalam hati hantu wanita tersebut. Bagaimana nanti kalau sudah menyatu dengan Candra. Dahlia akan merasa lelaki itu miliknya dan bukan milik istrinya. Satya menurut, ia keluar mobil dan mengajak sa

