Dahlia merasuki tulang-belulang yang belum memiliki kulit dan daging itu. Sejenak penyatuan tersebut membuat Ajeng dan Satya bingung dan hanya bisa memandang saja. Tak lupa pula sang dukun cantik berusia ratusan tahun merapal mantra saktinya. b***k kesayangan Nyai Melati mengelilingi Dahlia dengan asap kemenyan yang baru saja dihidupkan. Sedikit demi sedikit, mulai dari ujung kaki kulit dan daging tumbuh, merambat terus ke atas tumit, betis, lutut, paha, panggul, perut, rongga pernapasan, leher dan terakhir menutupi tulang kepala, lalu tak lupa pula rambut yang sama persis dengan milik Ajeng tergerai mengikuti gerakan angin malam. “Astaga, mirip banget sama aku,” gumam Ajeng perlahan. Ia melihat dengan mata kepalanya sendiri. Tidak ada bedanya sedikit pun. Bahkan jika ayahnya masih hid

