Membangkitkan Mayat

1084 Words

Dua orang wanita gila itu sampai di dalam kamar tempat Nyai Melati biasa mengoleksi hantu peliharaannya. Ia menyeret tangan Ajeng dengan cepat, agar sesegera mungkin mengajak Dahlia—kuntilanak yang belum punya wajah keluar dari lemari persembunyian di dalam kamar. “Kenapa harus saya, Nyai? Nggak bisa Nyai aja sendiri?” Ajeng bergidik ngeri, ia takut sekali berada di dalam kamar tanpa angin sedikit pun. Ditambah dari tadi dirinya seperti melihat bayangan putih dan hitam bersliweran terus menerus. “Kau harus mengenal madumu sendiri. Supaya nanti dia bisa menirumu dalam segala hal,” ucap Nyai Melati. Tak lupa pula dukun cantik itu mengembuskan asap cerutu. Dingin malam mulai membelenggu tengkuknya. Jika tak sedang bekerja ia pasti sudah memanggil b***k kesayangannnya untuk menghangatkan d

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD