Ditatap sedemikian rupa, membuat Ajeng semakin dingin betisnya. Ia takut sewaktu-waktu Dahlia membunuhnya. Hanya saling menatap saja, tidak ada pergerakan sama sekali. Kemudian tiruan wanita itu keluar lalu kembali ke kamarnya. Belum saatnya bagi Dahlia mencekik Ajeng hingga tewas. Menghela napas panjang istri Candra itu. Tadinya ia pikir kematian telah sangat dekat padanya. Panggilan dari Firman diangkat Ajeng. Wanita itu hanya mengatakan salah tekan saja. Ia harus mengurus beberapa hal yang baru saja terjadi di rumah. Termasuk kedangatan pembantu dan supir baru di rumahnya. Wanita itu turun ke lantai dua, memberikan instruksi apa yang harus dikerjakan oleh para pekerja baru. Ajeng memperhatikan penampilan pembantu barunya, tubuh yang sangat menantang dibalut dengan pakaian ketat. Namun

