Ajeng sudah kembali ke rumah, begitu juga dengan Dahlia. Dua wanita itu sama-sama menyimpan rahasia sendiri-sendiri, hingga beberapa hari telah terlewati. Ketika Candra menginginkan istrinya selalu Ajeng yang menyiapkan Dahlia dengan tangannya sendiri. Pun ketika tiruannya dijamah oleh Candra. Wanita tersebut akan didatangi oleh Pangeran Satria. Keduanya tak lebih bernilai daripada hanya pemuas hasrat saja. Hanya saja, hubungan Ajeng dan Candra jauh lebih membaik daripada sebelumnya. Apa yang dikatakan oleh Nyai Melati benar adanya, hanya wanita tersebut jadi lemah dan mudah percaya sedikit demi sedikit. “Aduh, aku nggak boleh baik sama dia. Tapi aku kasihan kalau cuek terus-terusan sama Candra.” Ajeng mengeluh di dalam kamar sendirian. Ia baru saja melepas kepergian suaminya untuk beker

