Bunga Melati

1675 Words

Ajeng pulang mengendap-endap di siang hari. Tidak ada yang curiga dengannya sebab rumah itu memang sudah sepi dari dulu. Ia masuk ke kamar dan tidak mendapati Dahlia di sana. Ingin bertanya dengan siapa juga ia tak tahu. Wanita itu melihat ke kamar satu lagi, pun kembarannya tidak tidur di sana. Tebakan Ajeng wanita itu pasti pergi bersama Candra. “Duh, jadi aku harus gimana ini, ya? Pas Dahlia pulang terus aku masih di sini, nanti ketahuan lagi,” gumam wanita itu seorang diri. “Masak nelpon Mas Candra nanya lagi di mana? Malah tambah aneh.” Wanita itu mondar-mandir di kamarnya. Jika tahu seperti ini ia akan di rumah ayahnya saja. Lekas istri rentenir itu mengambil ponselnya. Ia menghubungi Satya yang juga tidak ada di rumah. Suara di seberang sana menjawab bahwa memang ia disuruh meny

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD