Satya baru saja bisa terlelap. Pasca pulang dari menguburkan ayah mertua, anaknya menangis sampai malam dan tak bisa tidur. Makhluk mungil tanpa dosa itu seperti merasakan keanehan di dalam rumah. Memang, beberapa ekor ular telah menghuni sudut-sudut gelap nan sunyi, menanti kapan akan melepaskan racun. Lelaki itu merasa seperti ada yang memandangnya dari langit-langit rumah, seperti sesuatu yang melayang-layang dan menebarkan aroma bunga melati. Rasanya tak mungkin jika dikaitkan dengan kematian ayah mertua Satya, sebab beliau merupakan sosok baik dan tak banyak tingkah semasa hidupnya. Walau kepergiannya sangat menyakitkan. Satya membuka mata ketika merasakan ada sentuhan halus di dahinya. Ia melirik ke arah Fitri, wanita itu bahkan tertidur sangat lelap, apalagi anaknya sampai-sampa

