Ajeng naik motor bersama Firman, sedangkan Mawar terbang di langit mengikuti sepasang anak muda itu. Waktu mereka tidaklah banyak, hanya sampai sebelum Shubuh, sebab setelah itu Nyai Melati akan mencari semua hantu peliharaannya. Kuburan ayah Ajeng juga cukup jauh dari rumah. “Mbak, malam-malam gini emang yakin kuburannya nggak dijaga orang?” tanya Firman, sebentar lagi mereka sampai. Tentu kuburan yang amat luas itu ada penjaganya “Mereka pasti ngacir lihat ibuku. Manusia normal mana yang berani lihat perempuan terbang tinggi gitu. Pikir aja sendiri,” balas Ajeng. Yang dikatakannya memang masuk akal. Sampai di depan kuburan umum itu, Mawar muncul di hadapan tiga orang penjaga kuburan. Sontak saja tiga lelaki itu langsugn tak sadarkan diri di tempat mereka. Kemudian karena sedikitnya

