9. Kedatangan Bella

1087 Words
Edwin pun hanya diam tak bergeming sedikit pun. Ia juga tidak bisa mengatakan apapun, mengenai hal ini. Namun, satu hal yang akan ia pastikan, yaitu menjaga dan menghibur gadis malang di usianya yang masih belia. “Keyna, kakak harap kamu mau menerima semua ini. Kakak janji, akan selalu ada buat Keyna. Jadi, kamu tidak perlu khawatir lagi,” ucap Edwin berusaha membujuk sosok wanita, yang sudah menutup wajahnya sambil menangis. “Kak, aku takut. Aku tidak akan sanggup,” tukas Keyna dengan lirih. Wanita itu sudah duduk sambil menundukkan kepalanya. Dengan cepat Edwin segera meraih tubuh mungil itu dalam dekapannya. “Kamu pasti sanggup Key. Kakak akan selalu bersama kamu.” Wanita itu hanya diam tanpa menghentikan isak tangisnya. *** Di sisi lain. Sebuah perusahaan besar sedang mengalami kegaduhan saat sosok wanita sedang bertengkar bersama seorang pria. Lebih tepatnya, sedang meminta kesempatan, pada mantan kekasih yang sudah dicampakkan. “Alex, aku mohon, tolong berikan aku waktu untuk menjelaskan semuanya. Apa yang kau lihat sebelumnya, itu tidaklah benar. Aku tidak mungkin mengkhianati kamu. Kamu satu-satunya pria yang aku cintai.” Bella – wanita yang sejak pagi buta ada di perusahaan DR Company, demi menemui Alex yang sudah memutuskan hubungan mereka. “Aku sudah tidak butuh penjelasan apapun lagi. Kau pikir aku bodoh, sampai harus percaya lagi pada w************n seperti mu!” bentak Alex tepat di depan wajah Bella. Wanita itu tersentak kaget, dan tidak menyangka jika pria yang dulu mencintainya akan berubah secepat ini. “Alex! Apa yang kamu katakan. Kamu lebih percaya dengan gosip yang beredar di luar sana, dibandingkan dengan aku, kekasih yang kamu cintai. Akulah wanita yang sudah menemani kamu bertahun-tahun, tapi kenapa kamu tega meragukan aku Lex, kenapa?!” bagaimana pun caranya, ia tidak akan pernah melepaskan Alex dengan mudah. Hanya Alex, pria satu-satunya yang dapat ia andalkan. “Aku tidak bodoh seperti yang kau bayangkan Bel. Aku tahu berita mana yang palsu dan yang asli. Aku sudah melihat kebusukan mu! Bella, cepat pergi dari hadapan ku, atau kau akan tahu akibatnya,” ancam Alex dengan tatapan menyalang. Bella yang melihat Alex baru pertama kali seperti itu, langsung ketakutan dibuatnya. “Alex ... aku mo--.” “Pergi sekarang juga dari kantor ku! Seth! Seret wanita ini keluar, dan untuk kedepannya, jangan pernah biarkan dia masuk ke dalam kantor perusahaan ku lagi!” teriak Alex seraya menggebrak meja kerja miliknya. “Nona, silakan keluar, atau saya sendiri yang akan menyeret anda sesuai perintah bos,” kata Seth dengan nada perintah dan tatapan yang dingin. Sumpah demi apapun, Bella sangat membenci asisten Alex itu. Jika bukan karena Seth yang mencari tahu informasi mengenai dirinya, mungkin saja hal buruk ini tidak akan pernah terjadi, begitu pikir Bella. “Jika bukan karena kamu, semua ini tidak akan pernah terjadi,” desis Bella sebelum wanita itu meninggalkan ruangan Alex. Setelah kepergian Bella, Alex segera mendudukkan tubuhnya dengan kasar. Pria itu menghela napasnya kasar dengan mata yang terpejam. Seth yang melihat hal itu sangat mengerti, dengan apa yang Bos-nya rasakan. “Apa anda baik-baik saja bos?” tanya Seth dengan ragu. “Seth, apakah yang aku lakukan sudah benar, dengan mengusir Bella? Apa tadi aku sangat keterlaluan? Dia pasti sangat sedih setelah aku bentak,” ungkap Alex dengan lirih. Pria itu masih sangat mencintai Bella, karena bagaiman pun, wanita itu yang sudah menemaninya selama tiga tahun terakhir ini. Seth menghela napasnya panjang, sebelum ia menjawab pertanyaan dari sang bos yang sedang patah hati. “Tindakan bos sudah sangat benar. Saya yakin, jika anda bisa melupakan mantan kekasih anda. Ini hanya perkara waktu saja,” jawab Seth menanggapi dengan sangat hati-hati, karena takut menyinggung perasaan Alex. “Kau tidak akan mengerti Seth, karena kau sendiri tidak merasakan apa yang aku rasakan. Apa kau tahu rasanya jatuh cinta? Ah! Kau bahkan belum pernah mengenal cinta,” racau Alex tanpa membuka matanya sedikit pun. Seth hanya diam, tak berniat untuk menanggapi ucapan pria itu. Namun, tiba-tiba saja terdengar suara pintu terbuka, hingga membuat dua orang yang ada di sana langsung menolehkan pandangan mereka, ke arah sumber suara. Terlihat seorang wanita paruh baya, yang masih cantik diusianya yang tak lagi muda. Nyonya Anna Dharmendra, ibu kandung Alex. “Selamat datang nyonya,” sapa Seth seraya membungkukkan tubuhnya memberi hormat. “Mommy!” Alex langsung mendudukkan tubuhnya dengan tegap, tatkala melihat sang Mommy sudah ada dalam ruangannya. “Seth, kau keluar dulu,” titah Alex saat sang Mommy sudah duduk di sebuah sofa yang ada di sana. “Baik bos, kalau begitu saya pamit undur diri.” Seth segera melangkahkan kakinya keluar dari dalam ruangan Alex. “Katakan ada apa Mommy ke sini?” tanya Alex tanpa basa-basi. “Mommy hanya ingin melihat keadaan mu saja, apa itu salah? Kau sudah satu bulan terkahir tidak pernah pulang, dan tidak mengabari kami di rumah. Apa kau benar-benar mengakhiri hubungan mu dengan Bella?” Nyonya Anna sebenarnya sangat menyayangkan hubungan putranya dengan Bella kandas, karena ia sangat menyukai model tersebut. Ia berpikir hanya Bella yang cocok dengan sang putra. Selain cantik dan baik, wanita itu juga seorang model yang menunjang penampilannya tetap modis. Nyonya Anna berpikir Alex cocok dan sederajat dengan kasta mereka. “Aku yakin Mommy sudah tahu jawabannya. Jangan pernah memintaku untuk kembali padanya, karena aku tidak akan sudi.” Alex memutar bola matanya jengah, karena ia tahu maksud dari Mommy-nya. “Apa kau yakin dengan apa yang Seth berikan mengenai informasi itu? Mommy tahu jika asisten lancang mu itu tidak menyukai Bella.” Kini Nyonya Anna terlihat kesal dengan wajah merah padam. “Apa Bella yang mengatakannya pada Mommy?” tanya Alex dengan menampilkan senyum smirk-nya. “Apa kau juga tahu itu?” bukannya menjawab, Nyonya Anna justru balik bertanya dengan tatapan kesal. “Aku tahu dan sangat percaya pada Seth. Justru aku sangat berterima kasih padanya, karena sudah mengungkap kebusukan Bella di belakang ku selama ini. Aku mohon pada Mommy, tolong jangan bahas wanita itu lagi, jika ingin aku pulang ke rumah.” “Terserah kau saja. Seth semakin lancang dan tidak tahu aturan. Satu lagi, Mommy harap jika kamu mencari pengganti Bella, minimal yang cantik dan sepadan dengan keluarga kita.” “Aku sudah tahu itu Mom.” Tiba-tiba saja suara ketukan dari arah luar menghentikan pembicaraan mereka. Dengan segera, Alex mempersilakan untuk masuk. “Siang Bos, ada seorang wanita yang ingin bertemu dengan anda,” ucap sosok pria yang tak lain adalah Seth. “Kau tahu Bella tidak boleh masuk ke kantor ku, lalu kenapa dia datang lagi,” tukas Alex dengan kesal. “Dia bukan Bella bos.”
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD