Rasa penasaran

1157 Words

Setelah menjelaskan semua rencana pada sang Asisten, Alex pun segera merebahkan tubuhnya, karena sudah merasa lelah. Pria dewasa itu menatap langit-langit kamar dengan tatapan sendu, dan sesekali menghela napasnya panjang. Ia kembali teringat wajah mungil anak kecil yang sudah mencuri seluruh perhatiannya dalam sekejap mata. Ia sangat yakin jika El memang putranya, dan ia akan membuktikan hal itu. “Keyna, maaf ....” perlahan matanya mulai meredup, bersamaan dengan jatuhnya cairan bening yang menggenang di di pelupuk mata. Rasa kantuk pun mulai menyerang, hingga ia menyelami alam mimpi. *** Pagi hari ini, Keyna dan El sudah bersiap utnuk berangkat ke Taman Kanak-kanak. Sesuai janji, Edwin akan mengantarkan mereka, karena mereka memiliki tujuan satu arah. “El, apa kau baik-baik saja?” ta

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD